Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Deki Prayoga/Dream.co.id
Dream - Pemerintah menetapkan masalah virus Corona atau Covid-19 sudah menjadi bencana nasional non alam. Dengan demikian, pemerintah pusat dan daerah saling berkontribusi untuk menangani bencana tersebut.
" Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, karena virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global, maka statusnya adalah bencana nasional non alam," kata Kepala BNPB Doni Monardo di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2020.
Doni yang ditunjuk sebagai ketua tim pelaksana percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia mengatakan, tim akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga yang masih sehat, agar tidak tertular penyakit.
Tim juga berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menyembuhkan yang sakit. Kata dia, perlu dilakukan percepatan penanganan secara masif melibatkan seluruh sumber daya nasional melalui kolaborasi, baik pemerintah pusat maupun Pemda, akademisi, peneliti, khususnya di bidang virus, pakar dan media.
" Karena virus ini sebagai pandemik global, maka statusnya bencana non alam," ujar Doni.
(Sumber: Merdeka.com/Ronald)
Dengan demikian, Tim Percepatan memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk membentuk gugus tugas percepatan penanganan. Para kepala daerah nantinya juga akan dibantu oleh TNI, Polri dan seluruh unsur pemerintah pusat yang ada di daerah lainnya.
Seluruh pihak ikut dilibatkan, termasuk universitas dan IDI serta lembaga riset non pemerintah untuk melakukan penanganan corona tersebut.
" Dilibatkan secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan percepatan dan respons aksi nyata" .
Dream - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif Covid-19. Budi Karya tercatat sebagai pasien positif Corona kasus ke-76.
" Atas izin keluarga yang disampaikan Pak Wakil Kepala RSPAD tadi, pasien tersebut pak Budi Karya, Pak Menhub," ujar Mensesneg, Pratikno, di RSPAD, Jakarta, Sabtu malam 14 Maret 2020.
Albertus mengatakan hasil laboratorium pemeriksaan Budi Karya menyatakan positif COVID-19. Saat ini, Budi Karya sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.
Sebelumnya, Menhub Budi Karya disebut harus dirawat di rumah sakit setelah menderita penyakit tifus. Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati, saat itu Menhub dalam kondisi stabil.
Budi diketahui berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jabar, pada Minggu 1 Maret 2020. BIJB merupakan tempat evakuasi 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.
" Tugas dia (Menhub) sangat banyak dalam penanganan ini (Corona). Yang terpenting kondisi sekarang semakin sehat dan sembuh" ujar Mensesneg, Pratikno.
(Sumber: Liputan6/
Dream - Jumlah warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona baru, Covid-19, bertambah menjadi 96 kasus per Sabtu, 14 Maret 2020. Sementara 8 pasien lainnya dipastikan telah sembuh dari paparan virus tersebut.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achamd Yurianto mengatakan pasien positif virus corona yang meninggal dunia mencapai 5 orang.
" Oleh karena itu ada kasus baru sebanyak 27 kasus," ujar Achmad dalam keterangan pers pembentukan gugus tugas percepatan penanganan corona di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta.
Menurut Achmad, penemuan kasus baru virus corona tersebut diperoleh dari hasil tracking secara margin yang dilakukan tim.
" Tidak mungkin lagi melakukan tracking dengan pendekatan biasa, makanya gugus tugas ini perlu dibentuk," kata Achmad.
Terkait kasus pasien positif corona yang meninggal dunia, Achmad memastikan beberapa diantaranya disebabkan karena adanya faktor komoditi.
Sementara pasien yang sudah terbebas dari virus corona dipastikan setelah tidak memperlihatkan indikasi adanya keluhan fisik. Pasien juga sudah dua kali menunjukan hasil negatif saat dilakkan pemeriksaan.
Seluruh pasien yang sembuh tersebut adalah warga yang dirawat di Indonesia.
" Sementara yang terpapar dan sempat dipindahkan dari kapal pesiar Jepang, sebanyak 9 orang semuanya sudah sembuh dan pulang ke tanah air," ujarnya.
Terkait pola penyebarannya, Achmad mengakui jika wabah virus corona telah ditemukan di daerah lain di luar DKI Jakarta. Kasus positif virus corona baru diketahui telah didapatkan di Jawa Barat termasuk Bandung, Jawa Tengah (Solo), DI Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak.
Beberapa daerah lain juga menemukan dugaan adanya warga yang terpapar virus corona. Namun pemerintah masih harus melakukan pemeriksaan mendalam untuk menemukan bukti yang lebih kuat.
" Ini memerlukan usaha untuk tracking lebih keras lagi," ujar Achmad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya