6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Kivlan Zen
Dream - Pengacara Kivlan Zen, Muhammad Yuntri membantah pernyataan polisi yang menyebut bahwa kliennya menjadi dalang upaya pembunuhan empat tokoh.
Dia menyebut, keterangan yang disampaikan polisi kalau Iwan telah mendapat perintah dari Kivlan untuk membunuh empat tokoh nasional yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dan pensiun Polri, Gories Mere dan satu ketua lembaga survei tidaklah benar.
" Iwan (alias HK) justru datang ke Pak Kivlan mengatakan bahwa, Pak Kivlan mau dibunuh oleh empat orang itu," ucap Yustri, Selasa, 11 Juni 2019.
Dia lantas merasa heran dengan penetapan tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal yang melibatkan kliennya.
Menurutnya, hingga kini tim kuasa hukum tidak pernah menerima pemberitahuan mengenai adanya gelar perkara untuk menguji alat bukti terkait kasus ini.
" Kita pengennya polisi terbuka, kerja mereka kan promoter ya, profesional modern dan terpercaya. Sampai saat ini tidak pernah dilakukan gelar perkara," ujar dia.
Yuntri juga mengaku, hingga kini dia tidak bisa bertemu dengan Iwan yang disebutkan polisi menerima uang Rp150 juta dari Kivlan untuk membeli senjata api.
Mengenai senjata api, Yuntri menyebut barang berbahaya itu akan digunakan untuk keperluan lain.
" Jadi Iwan itu diperintah jadi sopirnya, karena rumah Pak Kivlan di Gunung Picung di Bogor, maka itu kan masih ada hutan-hutannya banyak babi, Iwan bilang 'ini ada senjata pak'. Pak Kivlan bilang 'itu bukan untuk bunuh babi tapi bunuh tikus'," kata dia menirukan percakapan Iwan dan Kivlan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
