Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Germanwings
Dream - Entah ada kaitannya atau tidak. Dua bulan sebelum terjadinya insiden jatuhnya pesawat Germanwings, seorang pilot meramalkan potensi bahaya dari ruang kokpit yang terkunci.
Ramalan potensi bahaya yang dibuatnya ternyata menjadi kecelakaan. Kendati masih dalam proses investigasi, salah satu penyebab jatuhnya pesawat Germanwings adalah pilot yang tak bisa masuk ke ruang kokpit.
Adalah, Jan Concheret, pilot berkewarganegaraan Belanda yang mengeluarkan peringatan tersebut. Concheret bahkan menulis artikel mengenai potensi bahaya itu di sejumlah media dan seminar bertema penerbangan.
Tulisan terakhirnya di sebuah majalan penerbangan bahkan dibuat dua bulan, sebelum aksi co-pilot Andrea Lubitz diduga mengunci ruang kokpit Germanwings.
Dalam majalan Piloot en Vligtuig (Pilot and Plane), Cocheret mengaku prihatin dengan standar keselamatan pesawat terutama setelah teror pembajakan 11 September. Metode seperti ini dinilainya bisa saja kembali terulang.
"Saya sering kali berpikir siapa asisten yang akan mendampingi saya dalam penerbangan berikutnya. Bagaimana saya bisa yakin dengan dia? Mungkin saja sesuatu yang mengerikan terjadi dalam kehidupannya dan dia tak bisa menerimanya," ujar Cocheret dalam artikelnya kala itu seperti dikutip laman Arabianbusiness, Kamis, 2 April 2015.
"Saya berharap tak pernah berada dalam situasi, dimana saya pergi ke toilet dan tak bisa kembali ke ruang kokpit karena terkunci," tambahnya.
Dengan munculnya tragedi Germanwings, Cocheret pun membuat status dalam akun Facebooknya dengan mencantumkan link tulisannya tersebut.
"Sayangnya, skenario buruk ini benar-benar menjadi kenyataan," ujar salah seorang teman yang mengomentari statusnya tersebut.
Di awal artikelnya, Cocheret menuliskan sejumlah kecelakaan yang terjadi karena pilot dikhianati rekannya. Contohnya, pada November 2013, kapten pilot penerbangan TMZ470 tujuan Mozambiq ke Angola terjun bebas dan menewaskan 33 orang.
Dia juga menulis kasus hilangnya pesawat Malaysia Airline 370 dari Kuala Lumpur ke China yang menghilang setahun yang lalu.
"Satu skenario yang sampai kini masih diinvestigasi adalah pesawat diambil alih oleh salah satu pilot ketika rekannya meninggalkan ruang kokpit," ujar Cocheret. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?