Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Banyak perbedaan penyelenggaraan haji antara Indonesia dengan Malaysia. Banyak jamaah haji negeri jiran itu ditempatkan di hotel-hotel yang dekat dengan Masjidil Haram. Sementara, pemondokan jamaah Indonesia banyak yang berjarak kiloanmeter dari sana.
Menurut Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Mekah, Endang Jumali, biaya pemondokan jamaah haji Malaysia itu lebih mahal daripada yang dikeluarkan oleh Indonesia.
Selain itu, kata dia, setiap musim haji tiba, pelaksanaan penyelenggaraan haji di Indonesia harus menunggu keputusan dari DPR. Sementara pemerintah Malaysia tidak, sehingga mereka bisa melakukan kontrak dengan pihak hotel kapan saja.
Bahkan, tambah Endang, Malaysia bisa menyewa penginapan 3 sampai 5 tahun. Sementara Indonesia setiap tahun harus renegoisasi karena menunggu keputusan DPR itu.
Namun demikian, Malaysia kagum dengan Indonesia karena mampu memberikan pelayanan terpadu kepada jamaah haji yang jumlahnya jauh lebih besar.
“Mereka tidak menemukannya di penyelenggaraan haji negara lain seperti di Turki, India, atau Pakistan,” kata Endang usai menerima tim penyelenggara haji Malaysia yang dipimpin oleh Datuk Sayid, sebagaimana dikutip Dream dari laman Kementerian Agama, Rabu 15 Oktober 2014.
“Indonesia mampu menyelenggaraan haji secara terpadu mulai dari Tanah Air, penyelenggaraan trasnportasi, penjemputan, penempatan jamaah haji hingga pemulangan,” tambah dia.
Berikut beberapa perbedaan penyelenggaraan ibadah haji antara Indonesia dengan Malaysia:
1. Waktu tunggu. Di Malaysia mencapai 63 tahun, sementara di Indonesia bervariasi antara 9 sampai 20 tahun tergantung daerah tempat mendaftarnya.
2. Biaya haji. Malaysia 5.000 dolar sementara Indonesia hanya 3.200 dolar.
3. Biaya haji khusus (Haji Plus) di Malaysia termahal US$ 53.000 sementara Indonesia termahal US$ 23.000.
4. Kuota haji. Malaysia 27.9000 orang, sementara Indonesia lebih banyak 5,6 kali, yakni 155.200 orang (haji reguler)
5. Jumlah penerbangan. Jamaah haji Malaysia 64 penerbangan, sementara Indonesia mencapai 5,7 kali, yakni 371 penerbangan.
6. Jumlah penginapan yang disewa. Malaysia hanya 9 penginapan dan jaraknya dekat dengan Masjidil Haram, Indonesia 119 hotel yang letaknya banyak yang jauh dari Masjidil Haram.
7. Biaya hotel. Malaysia 7.000 riyal per orang, Indonesia hanya 4.900 per orang
8. Pembiayaan haji. Malaysia bisa dilakukan fleksibel sementara Indonesia harus menunggu keputusan DPR.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari