Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, pimpinan Ramlan Butarbutar memang dikenal sebagai spesialis perampok rumah mewah. Kelompok ini juga dikenal sadis dalam menjalankan aksinya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan pelaku diketahui sempat menyeret anak korban DT, DAAP, yang juga menjadi korban meninggal dunia.
" Di CCTV yang ada, pelaku menyeret almarhumah DAAP, 16 tahun dari kamar mandi, diseret," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.
Tak hanya itu, korban juga sempat dipukul oleh pelaku. " Dipukul pakai senpi," ucap dia.
Dengan tertangkapnya empat orang pelaku, salah satunya tewas ditembak, Kapolda meminta pelaku yang buron, Yus Pane agar segera menyerahkan diri.
" Kalau tidak menyerahkan diri kita akan kejar ke manapun pergi atau berada," tegas Iriawan.
© Dream
Dream - Polisi telah mengetahui alasan perampok sasar rumah DT di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. Alasan itu didapat dari pemeriksaan sementara pada Erwin dan Sinaga.
" Tadi kami langsung memeriksa Erwin dan kepada Sinaga kenapa mobil berhenti di Rumah Pak DT? Padahal ada rumah lain. Mungkin rumah lain terkunci karena rumah Pak DT saat tersangka lewat terbuka pintunya," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan di kantornya, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.
Iriawan menjelaskan, pintu pagar terbuka karena pada saat itu pembantu rumah tangga DT baru mengeluarkan kursi plastik. Kursi itu diserahkan ke sopir untuk dibawa ke salah satu rumah DT di Pulomas Residence.
Saat ada kesempatan, para pelaku masuk dan menodongkan pistol ke pembantu DT. Mereka memaksa pembantu menanyakan kamar DT.
" Pelaku masuk ke dalam rumah langsung menanyakan ke pembantu, 'Eh kamu, di mana kamar majikan kamu?' Berarti tujuannya ke kamar Pak DT. Kemudian ditunjukkan ada di atas, ini indikasi kalau perampokan," ujar dia.
Iriawan belum dapat memastikan alasan pelaku menyekap 11 korban di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ia juga belum dapat menyimpulkan kasus tersebut sudah direncanakan atau tidak, karena masih dalam pemeriksaan.
" Akan mencari tahu kenapa disekap di situ (kamar mandi). Kenapa tempat penyekapan dicampur, apakah ini ada kesengajaan untuk membunuh," ucap dia.
© Dream
Dream - Cepatnya polisi memburu para pelaku perampokan sadis di Pulomas, Jakarta, membuat banyak pihak kagum. Aksi gesit polisi tersebut ternyata tak lepas dari perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan kepada bawahanya.
Orang nomor satu di jajaran polisi ibukota itu mengakui menetapkan tenggat waktu tiga hari bagi anak buahnya untuk menangkap para perampok di Pulomas, Jakarta Utara.
" Kalau seminggu kebangetan," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.
Tak diduga, batas waktu yang diminta Kapolda ternyata dipenuhi anak buahnya. Bahkan lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
Personil Jatanras dan Reskrimum berhasil mengamankan pelaku sehari usai kejadian.
Seperti diketahui, polisi telah menangkap tiga pelaku di dua lokasi berbeda. Dua pelaku ditangkap di Kelurahan Rawalumbu, Kota Bekasi, bernama Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang.
Satu pelaku bernama Alfins Bernius Sinaga ditangkap di Villamas, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Selain itu, polisi juga menangkap adik Ramlan, R alias Ucok. Meski sudah ditangkap, namun polisi belum menetapkan tersangka sebagai tersangka dan masih mendalami keterlibatannya.
© Dream
Dream - Polisi telah mengantongi motif perampokan dan pembunuhan sadis Pulomas, Jakarta Timur.
" Sementara motifnya perampokan murni," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.
Argo mengatakan, penyidik masih melakukan penyelidikan atas kasus perampokan itu. Mengenai barang-barang yang hilang di rumah korban DT, polisi melakukan koordinasi dengan pihak keluarga.
" Kita harus kroscek dulu dari keluarga korban, kira-kira barang yang hilang itu apa saja, kita belum kroscek ya. Kita masih fokus amankan pelaku," ucap Argo.
Sebanyak empat dari lima komplotan perampok di Pulomas berhasil diamankan dengan pimpinannya, Ramlan Butarbutar, tewas terkena peluru. Argo berharap, satu orang pelaku yang masih buron, Yus Pane, dapat segera ditangkap.
" Kita masih memburu satu orang yang sampai sekarang masih belum kita temukan. Mudah-mudahan segera kita temukan untuk yang satu orang ini," ujar dia.
Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga pelaku pembunuhan di Pulomas di lokasi berbeda. Dua pelaku ditangkap di Kelurahan Rawalumbu, Kota Bekasi. Keduanya bernama Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang.
Sementara satu orang bernama Alfins Bernius Sinaga, ditangkap di Villamas Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Selain itu, polisi juga mengamankan adik Ramlan, R alias Ucok. R diamankan untuk dimintai keterangan karena Ramlan dan Erwin pada saat ditangkap berada di rumah kontrakannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya