Pidato Lengkap Jokowi Jengkel Kinerja Menteri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 29 Juni 2020 08:36
Pidato Lengkap Jokowi Jengkel Kinerja Menteri
'Jangan nunggu mereka mati dulu, baru dibantu'

Dream - Presiden Jokowi (Joko Widodo) meradang kepada para menterinya dalam Sidang Kabinet Paripurna. Jokowi menilai kinerja menteri masih biasa saja. Padahal, saat ini negara dalam kondisi krisis Covid-19 dan perlu penanganan yang luar biasa.

" Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa ngga punya perasaan? Suasana ini krisis," kata Jokowi sambil mengetuk-ngetuk pinggir meja podium di Istana Negara, 18 Juni 2020 dalam video yang diunggah akun Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini negara dalam suasana krisis maka butuh penanganan yang luar biasa. Bilamana dibutuhkan payung hukum yang baru, Jokowi siap mengeluarkan Peraturan Presiden. Begitu juga untuk para menteri jangan ragu untuk mengeluarkan Peraturan Menteri bila memang dibutuhkan.

Tapi yang Jokowi sesalkan masih ada menteri atau pimpinan lembaga negara yang tidak memiliki perasaan yang sama bahwa saat ini sedang krisis.

" Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja sudah. Berbahaya." tegas Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Anggaran Kesehatan Rp75 Triliun dan Bansos

 Istana Rilis Video Jokowi Tegur Keras Menterinya, Singgung Reshuffle© MEN

Satu hal yang disoroti Jokowi terkait anggaran kesehatan dan bantuan sosial yang belum berjalan baik. Misal anggaran kesehatan Rp75,3 triliun baru cair 1,53 persen.

" Uang yang beredar di masyarakat ke-rem kesitu semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi," jelas Jokowi.

Contoh kedua yang disorot Jokowi terkait Bantuan Sosial yang ditunggu masyarakat. " Segera keluarkan!" perintah Presiden.

Jokowi akui pencairan bantuan sosial ini sudah lumayan. Tapi itu dinilai belum cukup dalam suasana krisis ini.

Jokowi menegaskan, bila ada masalah terkait pencairan bansos maka segera lakukan tindakan-tindakan lapangan.

 

2 dari 5 halaman

'Jangan Nunggu Mereka Mati Dulu, Baru Dibantu'

Stimulus ekonomi juga tak lepas dari perhatian Jokowi. Jokowi memerintahkan stimulus ekonomi segera dilakukan agar bisa masuk ke usaha kecil dan mikro.

" Mereka nunggu semuanya. Jangan nunggu mereka mati dulu baru kita bantu. Ngga ada artinya!" Jokowi meradang.

Usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha besar, perbankan, manufaktur, industri, terutama industri padat karya menjadi prioritas Jokowi.

" Beri prioritas pada mereka supaya ngga ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Jangan sudah PHK gede-gedean duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan," ungkap Jokowi. 

3 dari 5 halaman

Jokowi Segera Reshuffle

 Himbauan Jokowi Tentang Ancaman Virus Corona Gelombang Kedua© MEN


Bila kinerja menteri yang biasa saja ini tidak berubah, Jokowi segera mengambil tindakan keras seperti melakukan reshuffle.

" Bisa saja membubarkan negara, bisa aja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya," Jokowi memberi peringatan. " Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan."

4 dari 5 halaman

Pidato Lengkap Presiden Jokowi Marahi Menteri


Yang saya hormati Bapak Wakil presiden, para Menko, para Menteri

Yang saya hormati seluruh Ketua Pimpinan Lembaga-lembaga yang hadir yang tidak bisa saya sebut satu persatu.

Bapak ibu sekalian yang saya hormati, suasana dalam tiga bulan ke belakang ini dan ke depan, mestinya yang ada adalah suasana krisis. Kita juga mestinya juga semuanya yang hadir di sini.

Sebagai pimpinan, sebagai penanggungjawab, kita yang berada di sini ini bertanggung jawab kepada 260 juta penduduk indonesia. Tolong digarisbawahi. Dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama.

Hati-hati, OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) terakhir sehari dua hari yang lalu menyampaikan bahwa growth pertumbuhan ekonomi dua terkontraksi 6 bisa sampai ke 7,6 persen. Minusnya.

Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen. Perasaan ini harus sama. Kita harus ngerti ini. jangan biasa-biasa saja. Jangan linier. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Kalau saya lihat, Bapak Ibu dan Saudara-saudar masih ada melihat ini sebagai masih normal. Berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa. Extraordinary.

Perasaan ini tolong sama. kita harus sama peraasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja sudah. Berbahaya. Jadi, tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita. Suasana adalah harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja, menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?

Mestinya, suasana itu ada semuanya. Jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis. Manajemen krisis sudah berbeda semuanya mestinya. Kalau perlu kebijakan Perpu, ya Perpu saya keluarkan. Kalau perlu Perpres, Perpres saya keluarkan. Kalau saudara-saudara punya peraturan menteri, keluarkan! Untuk menangani negara, tanggungjawab kita kepada 267 juta rakyat kita.

Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa ngga punya perasaan? Suasana ini krisis.

Yang kedua saya lihat belanja-belanja di Kementerian. Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak. Konsumsi masyarakat akan naik. Jadi belanja-belanja di Kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Percepat, kalau ada hambatan, keluarkan Peraturan Menterinya agar cepat. Kalau perlu Perpres, saya keluarkan Perpresnya.

Untuk pemulihan ekonomi nasional misalnya. Saya berikan contoh, bidang kesehatan. Itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi. Pembayaran tunjangan untuk dokter, untuk dokter spesialis, untuk tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp70an triliun seperti itu.

Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary, harusnya 100 persen. Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro.

Mereka nunggu semuanya. Jangan nunggu mereka mati dulu baru kita bantu. Ngga ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti ngga ada apa-apa. Berbahaya sekali. Usaha mikro usaha kecil, usaha menengah, usaha gede, perbankan, semuanya yang berkaitan dengan ekonomi. manufaktur, industri, terutama yang padat karya beri prioritas pada mereka supaya ngga ada PHK.

Jangan sudah PHK gede2an duit serupiah pun mbelu masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. ini extraordinary.

Saya harus ngomong apa adanya, ngga ada progress yg signifikan. Ngga ada!

Kalau mau minta Perpu lagi, saya buatin Perpu. Kalau yang sudah ada belum cukup, asal untuk rakyat, asal untuk negara saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semua. Jangan sampai ada hal yang justru mengganggu, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka, entah langkah-langkah politik, langkah-langkah pemerintahan akan saya buka. Langkah apapun extraordinary akan saya buka untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara.

Bisa saja membubarkan negara, bisa aja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat Perpu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan, karena memang suasana ini harus ada. Suasana ini , Bapak-bapak, ibu tidak merasakan itu sudah (angkat tangan). Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya betul-betul minta pada Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian mengerti dan memahami yang tadi saya sampaikan.

Kerja keras dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Kecepatan dalam suasana sepert ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar sangat diperlukan dalam manajemen krisis. Kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu yg bisa saya sampaikan terima kasih. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh. 

Beri Komentar