Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kasus Ratna Sarumpaet, Pimpinan Timses Prabowo Dipanggil

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 15 Oktober 2018 13:02
Kasus Ratna Sarumpaet, Pimpinan Timses Prabowo Dipanggil
Nanik sebagai salah satu pihak yang menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialami Ratna kepada Prabowo.

Dream - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan akan memeriksa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang siang nanti, terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

" (Dipanggil) jam 13.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin, 15 Oktober 2018.

Meski demikian, Argo belum mengetahui apakah Nanik akan memenuhi panggilan tersebut atau tidak.

Dalam kasus ini, Argo menyebut Nanik sebagai salah satu pihak yang menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialami Ratna kepada Prabowo.

" Jadi Bu Nanik ini perannya adalah dia yang memberitahukan adanya bahwa RS dianiaya, memberitahukan pada Pak Prabowo, ini kita akan gali keterangannya seperti apa," ujar Argo, Jumat, 12 Oktober 2018.

Selain Nanik, polisi telah memeriksa Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro.

Dalam kasus ini, polisi baru menetapkan satu tersangka yakni Ratna Sarumpaet.

 

1 dari 1 halaman

4 CCTV Ditambah di Area Rutan Ratna Sarumpaet, Untuk Apa?

Dream - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi menambah kamera CCTV di sekitar area Rumah Tahanan (Rutan) tempat Ratna Sarumpaet ditahan.

" Intinya bahwa yang bersangkutan atau tersangka RS ini di lokasi Rutan di Polda Metro Jaya, kami tambah 4 buah CCTV," kata Argo di kantornya, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Menurut Argo, polisi sengaja menambah CCTV untuk memantau siapa saja orang yang keluar masuk ke dalam Rutan.

" Nanti kami bisa memantau keluar masuknya orang siapa, yang besuk, siapa yang dateng, kita bisa tahu di situ," ucap dia.

Tak hanya memantau pergerakan orang, CCTV juga bisa membantu memantau makanan yang dibawa para pembesuk.

" Beberapa makanan yang disajikan dilakukan security food oleh Dokkes Polda Metro Jaya," ujar dia.

Beri Komentar