Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Seorang Pria Menelepon Polisi 45 Ribu Kali Dalam Setahun. (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang pria menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara karena dianggap mengganggu tugas polisi. Dia membuat laporan melalui telepon sebanyak 45.210 kali dalam satu tahun.
Pria asal Turki bernama Seref Can didakwa membuat laporan tidak jelas sebanyak 100 kali per hari, antara tanggal 15 Mei 2017 hingga 15 Mei 2018.
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu 27 Oktober 2018, pria berusia 55 tahun ini menghubungi polisi bukan untuk melaporkan aksi kejahatan atau minta bantuan petugas.
Pria dari distrik Bayrampasa di Istanbul itu, malah sibuk menanyakan nama petugas yang mengangkat nomor yang dihubunginya dan mengajaknya bicara panjang lebar.
Kelakuan Seref yang aneh itu membuat jengkel petugas, karena dilakukan berulang kali hampir setiap hari.
Karena kesal dengan tingkah Seref, petugas polisi distrik Bayrampasa melaporkan pria itu ke departemen telekomunikasi Kepolisian Istanbul.
Setelah mengetahui Seref sering menghubungi nomor darurat 115 sebanyak 42.210 kali selama satu tahun tanpa alasan jelas, penyelidik langsung menangkapnya dan mendakwanya ‘telah mengganggu pejabat publik melakukan tugasnya’.
Pria yang telah bercerai dari istrinya itu akan menjalani sidang di Pengadilan Kriminal Istanbul. Jika terbukti bersalah, Seref akan dihukum penjara selama lima tahun.
Seref pun meminta maaf kepada polisi. Dia mengaku melakukan itu karena dia merasa kesepian.
“ Saya telah bercerai dua tahun yang lalu. Saya sekarang jadi pemabuk. Saya menghubungi nomor darurat karena saya kesepian. Saya depresi. Saya minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi,” kata Seref di depan hakim.
Tidak diketahui apakah permohonan maaf Seref itu bisa meluluhkan hati Pak Hakim untuk meringankan hukumannya atau tidak.
Yang jelas, ulah Seref yang menghubungi petugas polisi hanya untuk mengobrol sudah termasuk kelewatan. (ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan