Protes Keras Risma Soal Mobil PCR, Khofifah Akhirnya Angkat Bicara

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 31 Mei 2020 09:48
Protes Keras Risma Soal Mobil PCR, Khofifah Akhirnya Angkat Bicara
Gubernur Jawa Timur ini punya pertimbangan sendiri.

Dream - Beberapa hari lalu ramai video Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 'mengamuk' di telepon dengan seseorang. Hal ini lantaran mobil labolatorium khusus Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipindahkan ke Trenggalek dan Sidoarjo.

Akibatnya sejumlah orang menumpuk dan jadwal tes yang sudah dibuat jadi berantakan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akhirnya angkat berbicara terkait hal ini.

Khofifah menuturkan, Kabupaten Trenggalek memiliki jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 593 orang. Terbanyak kedua setelah Surabaya. Dengan angka kematian PDP yang menyentuh 175 orang.

" Separuhnya (pasien PDP) itu sudah meninggal tapi belum sempat di tes, keburu meninggal," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 30 Mei 2020.

Sementara untuk Sidoarjo, kata dia, hanya memiliki kapasitas tes swab atau polymerase chain reaction (PCR) 16 spesimen per hari. Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 di tetangga Surabaya itu terbanyak kedua setelah kota pahlawan dengan 632 orang.

" Pasti sangat jauh dari apa yang diharapkan untuk memberikan percepatan penanganan Covid-19," ucap Khofifah.

 

1 dari 5 halaman

Laboratorium Universitas Airlangga Rehat

Menurut Khofifah, Surabaya memiliki tujuh laboraturium besar. Meski di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga yang masih rehat sejenak, masih ada RSUD Dr Soetomo, RS Premier Surabaya, RS National Hospital, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya.

 Tes Corona© Shutterstock

Khofifah menuturkan, bila semua laboratorium dimaksimalkan masih bisa membantu penanganan COVID-19. " Jadi kalau ini dimaksimalkan sesungguhnya ini akan bisa memberikan percepatan konfirmasi dari spesimen yang di PCR tes," ucap Khofifah.

Sementara itu, perkembangan jumlah pasien positif Corona COVID-19 di Jawa Timur per Sabtu 30 Mei 2020 ada tambahan 191 orang. Dengan begitu total menjadi 4.600 pasien di Jatim.



2 dari 5 halaman

Pasien Covid-19 Terus Meningkat di Jawa Timur

Tambahan paling banyak adalah Surabaya dengan 101 pasien, Sidoarjo 23 pasien, Kabupaten Kediri 10 orang, Lamongan dan Jombang masing-masing delapan pasien. Kemudian Tulungagung dan Ponorogo di tiap kabupaten ada tujuh pasien tambahan.

Lalu Gresik lima orang, Bojonegoro empat orang, Bangkalan tiga orang, Nganjuk dan Kota Mojokerto masing-masing bertambah dua orang. Trenggalek, Banyuwangi, Sumenep, Pacitan, Pamekasan, kota dan kabupaten Probolinggo, Kota Malang, Tuban, serta Jember ditiap daerah bertambah satu pasien.

Tidak hanya pasien positif bertambah, jumlah yang sembuh juga meningkat 20 orang menjadi 609 orang atau setara 13,24 persen. Sedangkan yang meninggal tercatat per hari ini ada 24 orang, sehingga total 396 orang atau setara 8,61 persen.

Untuk PDP tercatat 6.595 orang, dengan yang masih diawasi 3.174 orang. Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 24.180 orang, dan yang masih dipantau 4.081 orang.

Laporan Dian Kurniawan/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Dua Mobil Laboratorium Dialihkan ke Daerah Lain, Risma Murka

Dream - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, murka mendengar kabar pengalihan dua mobil laboratorium bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke daerah lain. Sedianya, dua mobil tersebut dikirim khusus untuk Kota Surabaya.

Risma segera menghubungi sejumlah pihak yang sebelumnya dimintai bantuan mendatangkan mobil tersebut. Dia juga melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Letjen Doni Monardo.

 © Dream

Dia juga menunjukkan bukti percakapannya dengan Doni melalui aplikasi. Risma menegaskan dua unit mobil tersebut merupakan permintaannya yang langsung disampaikan kepada Doni untuk mempercepat pelaksanaan tes Covid-19.

" Teman-teman lihat sendiri, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi saya sendiri yang memohon kepada beliau, kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu," kata Risma, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam percakapan tersebut, Risma juga menyampaikan kepada Doni mengenai pengalihan mobil laboratorium yang seharusnya khusus untuk Surabaya ke daerah lain. Doni pun menyatakan akan memeriksa keberadaan mobil tersebut karena diprioritaskan untuk Surabaya.

4 dari 5 halaman

Penjelasan Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan, awalnya mobil tersebut dijadwalkan untuk pemeriksaan di Kota Surabaya pada Kamis, 28 Mei 2020.

Beberapa saat setelah tiba, mobil itu langsung digunakan untuk pemeriksaan pasien karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit yang di tempat tersebut ada warga Krembangan Selatan.

" Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya," kata Febria.

Setiap titik, kata dia, disiapkan 200 orang untuk menjalani tes swab, baik mereka yang belum menjalani swab maupun yang swab ulang. " Supaya cepat selesai penanganannya," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Dua Kali Batalkan Tes

Tetapi, jadwal terpaksa dimundurkan pukul 13.00 WIB karena mobil ternyata diarahkan ke Rumah Sakit Unair, bukan ke Hotel Asrama Haji. Sehingga, pasien disiapkan menjalani tes mulai pukul 12.30 WIB.

" Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu sekitar lima jam dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain," kata Febria.

Dia memastikan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr. Joni Wahyuadi, menjanjikan mobil digunakan di Surabaya setelah dari daerah lain. Alhasil, pihaknya menyiapkan warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk tes.

" Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusias untuk mengikuti tes tersebut. Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab," kata dia.

Beri Komentar