Saban Hari Berjalan 2 Km Beli Lauk, Alasannya Bikin Terenyuh

Reporter : Sugiono
Senin, 6 Mei 2019 17:01
Saban Hari Berjalan 2 Km Beli Lauk, Alasannya Bikin Terenyuh
Anak yang masih duduk di bangku SD kelas 1 harus berjalan jauh untuk membeli lauk. Alasan di baliknya bikin sedih dan terharu.

Dream - Tidak semua orang beruntung dilahirkan dalam keluarga yang mampu. Beberapa terpaksa harus merasakan kerja keras sejak usia anak-anak.

Seperti lima bersaudara di Malaysia ini. Mereka harus menjaga ayah mereka yang lumpuh karena terkena strok.

Tugas kepala keluarga diemban oleh anak yang masih bersekolah di Tingkatan 3 (setara SMA).

Meski tanpa ibu dan hidup serba kekurangan, mereka mampu mengatur semua urusan 'rumah tangga' sendiri.

Keluarga ini benar-benar harus mengencangkan ikat pinggang dan juga perut demi mencukupi kebutuhan.

1 dari 4 halaman

Berjalan 2 Km untuk Beli Makan Buat Ayah

Semua anak-anak dalam keluarga tersebut matang sebelum usia mereka menginjak dewasa.

Bayangkan saja, salah satu dari mereka yang berusia 7 tahun sudah mengerti arti tanggung jawab.

Meski masih kelas 1 sekolah dasar, dia berjalan 2 km untuk membeli makanan untuk ayahnya tanpa mengeluh.

Hebatnya lagi, dia pulang pergi melakukan hal yang sama setiap hari tanpa pernah merasa berat.

Kisah keluarga ini menyentuh seorang guru bernama Mohd Fadli Salleh. Dia pun berniat membantu anak tersebut.

2 dari 4 halaman

Dapat Hadiah Sepeda

Fadli begitu sedih dan terenyuh melihat kehidupan keluarga tersebut.

Apalagi setelah mendengar salah satu anak harus berjalan jauh demi membeli makanan untuk sang ayah.

Ketika mengunjungi keluarga itu, Fadli membawa sebuah sepeda untuk diberikan kepada anak itu.

" Kamu mau sepeda?" tanya Fadli kepada anak tersebut. Anak itu tak bisa berkata apa-apa.

Mulutnya kelu mungkin karena sangat bahagia. Air matanya bercucuran, membasahi pipinya.

Bukan hanya anak itu saja yang menangis. Guru-guru lain yang menyertai Fadli juga ikut terbawa nuansa haru itu.

3 dari 4 halaman

Memasak Nasi Sendiri

Bergantian, anak-anak itu menjaga ayah mereka yang lumpuh karena strok setiap hari.

Untuk urusan makanan, mereka memasak nasi sendiri. Namun lauk pauk mereka tidak bisa membuatnya.

Mereka harus berjalan jauh untuk membeli lauk pauk sekaligus makanan untuk ayah mereka.

Saat Fadli berkunjung, adik mereka yang baru duduk di taman kanak-kanak sedang keluar untuk membeli lauk.

Saudara tertua mereka biasanya akan pergi untuk mencari pekerjaan ala kadarnya untuk sekadar bisa membeli makan.

4 dari 4 halaman

Ditinggal Ibu Sejak Lama

Selama bertahun-tahun, anak-anak baik itu yang mengurus segala urusan rumah tangga.

Mereka juga bergantian menjaga dan merawat ayah mereka yang lumpuh akibat kena stroke.

Sang ibu meninggalkan mereka sudah lama. Anak-anak itu ditinggal sendirian menjaga ayah yang sakit.

Entah ke mana perginya sang ibu yang tega meninggalkan anak-anak yang penuh tanggung jawab dan berbakti pada orang tua itu.

Fadli merasa kagum kepada anak-anak itu. Tidak terbayangkan betapa tabahnya mereka selama ini menghadapi liku-liku hidup yang keras.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri