Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rio Haryanto (Dream/Maulana Kautsar)
Dream - Menunggangi mobil Formula 1 (F1) bukan perkara mudah meski sudah mahir menyetir. Dibutuhkan skill seorang pebalap Formula 1 juga, membutuhkan fisik yang prima dan kemampuan berpikir yang cepat dan mumpuni.
Ini karena terdapat sekitar 20 tombol di setir F1 yang punya fungsi masing-masing. Jumlah tombol itu bisa bertambah banyak jika mobil menggunakan teknologi terbaru hasil pengembangan.
Pengendara F1 harus sangat berhati-hati dan wajib berpikir dan mengambil keputusan cepat. Jika tidak, bisa berdampak buruk pada kondisi mobil, yang dapat mengarah pada kecelakaan fatal.
Rumitnya mengoperasikan tombol-tombol canggih itu juga dialami pebalap Indonesia Rio Haryanto. Bahkan, dia mengaku pernah bermimpi menggunakan setir mobil F1 saat tidur.
" Iya, sering (terbawa mimpi)," ujar Rio di Kota Kasablanka, Kamis, 7 April 2016.
Rio merasakan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara mobil GP2 dengan F1. Kecanggihan teknologi F1 jauh di atas GP2.
Sang pengendara, kata Rio, dituntut untuk dapat cepat beradaptasi. Sementara waktu yang tersedia tidak banyak.
" Saya bisa banyak sekali mengatur tombol disetir kemudi mobil F1. Kalau di GP 2 mungkin hanya brake dan handling yang bisa diganti, namun jika di F1 banyak sekali. Tombol-tombol itu akan disesuaikan saat mobil melintas belokan, high speed corner dan trek lurus," ucap dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya