Sakit Hati Diminta Ganti Kekurangan Uang Penjualan, Pegawai Bakar Minimarket

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 18 Juni 2021 07:00
Sakit Hati Diminta Ganti Kekurangan Uang Penjualan, Pegawai Bakar Minimarket
Pelaku berinisial SPF melakukan pembakaran dan pencurian karena sakit hati terhadap atasannya.

Dream - Kebakaran minimarket di Kompleks Perumahan Bumi Permata Sudiang (BPS), Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Si jago merah itu ternyata muncul akibat kasus pencurian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar E Zulpan, membenarkan kebakaran minimarket di Komplek BPS Makassar merupakan kasus pencurian. Hal tersebut terungkap setelah pemilik gerai melaporkan kehilangan uang disimpan brankas sebesar Rp58 juta.

" Satu orang pelaku ditangkap berinisial SFP (21). Pelaku diamankan Tim Resmob Polda Sulsel di sebuah wisma di Jalan Lanraki, Biringkanaya," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu 16 Juni 2021.

1 dari 4 halaman

Sakit Hati

Zulpan mengungkapkan, pelaku berinisial SPF melakukan pembakaran dan pencurian karena dipicu sakit hati. Atasannya disebut menyuruh SPF mengganti uang hasil pejualan pada Mei 2021 yang kurang Rp6 juta.

" Pelaku mengaku uang hasil curian tersebut digunakan untuk berfoya-foya dan membeli handphone. Uang dicuri pelaku tersisa sekitar Rp36 juta dan telah kami sita," kata dia.

2 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

Pada Rabu, 9 Juni 2021 pukul 21.30 Wita, pelaku membeli bahan bakar minyak (BBM) eceran sebanyak satu botol. Kemudian pada pukul 04.15 Wita, pelaku menyimpan botol tersebut di belakang bangunan minimarket.

Setelah itu, pelaku masuk ke tempat kerjanya dengan kunci yang dimiliknya. Berhasil masuk, pelaku langsung menuju ke brankas penyimapanan uang dan langsung mengambil semua uang yang tersimpan di dalamnya.

Usai menguras isi brankas, pelaku mengambil dan merusak receiver CCTV agar aksinya tidak diketahui. Receiver CCTV dibuang di dekat kos pelaku di Jalan Arung Sanrego, Makassar.

" Pelaku terlebih dahulu menyiramkan bensin dan membakarnya dengan korek yang ada di dekat meja kasir. Setelah itu, pelaku merusak receiver CCTV agar aksinya tidak diketahui," ucapnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 4 halaman

Hati-Hati! Pegawai Keseringan Lembur Terancam Sindrom Kronis Ini

Dream - Dunia kerja kini semakin kompetitif. Kondisi tersebut tanpa disadari menyebabkan banyak orang bekerja di luar jam kerja ideal. Bahkan, tak sedikit yang terpaksa lembur dan bekerja hingga dini hari.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit St. Carolus, Laurentius Aswin Pramono, mengatakan jam kerja yang terlalu lama bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti imunitas turun serta gampang terserang penyakit seperti flu dan pneunomia.

“ Ditandai dengan burn out,” kata Aswin dalam peluncuran PRUTotal Critical Protection di Jakarta, Senin 13 Januari 2020.

Dia mengatakan stres secara mental tak diperbolehkan sebab bisa menyebabkan gangguan seperti cemas, depresi , dan psikosomatis. Tanda lain yang kerap dialami adalah sindrom lelah kronis atau chronic fatigue syndrome.

4 dari 4 halaman

“ Itu ditandai ketika seseorang sudah istirahat, tapi nggak pulih-pulih tenaganya. Itu psikologis,” kata Aswin.

Jika sudah terkena penyakit tersebut, Aswin menyarankan untuk melakukan penyembuhan mental maupun fisik.

" Perlu dukungan keluarga, mengistirahatkan diri sendiri, nonton bioskop, makan enak bersama teman, yang menyenangkan secara psikologis. Liburan itu perlu," kata dia.

Beri Komentar