Saudi Umumkan Kasus Kedua Positif Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 Maret 2020 18:03
Saudi Umumkan Kasus Kedua Positif Corona
Kasus tersebut dari warga Saudi yang bepergian dari Iran.

Dream - Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan kasus kedua infeksi virus corona pada Rabu, 4 Maret 2020 sore waktu setempat. Kasus kedua dinyatakan berasal dari seorang pria.

Kantor berita resmi Kerajaan Saudi, Saudi Press Agency, melaporkan otoritas setempat mencatat kasus baru infeksi corona dari seorang warga Saudi yang bepergian dari Iran lewat Bahrain.

Orang itu tidak melapor ke petugas perbatasan Saudi bahwa dia baru dari Iran. Diketahui dia masuk bersama warga Saudi lainnya yang sebelumnya ditetapkan positif tertular.

Kementerian menyatakan pasien kasus kedua tersebut saat ini sudah diisolasi di rumah sakit. Dia mendapatkan layanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, semua orang yang telah menjalin kontak dengan pasien tersebut telah diidentifikasi. Otoritas kesehatan juga sudah mengambil sampel dari mereka untuk diuji di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi.

Saat ini, pengujian masih berjalan. Hasilnya akan diumumkan usai pemeriksaan dinyatakan selesai.

Dampaknya, Saudi menyetop aktivitas umrah di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ini untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

1 dari 5 halaman

Saudi Setop Aktivitas Umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dream - Arab Saudi askhirnya memutuskan penghentian sementara aktivitas umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Seluruh jemaah yang melaksanakan ibadah umroh tidak dibolehkan masuk ke tempat suci Islam tersebut.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu waktu setempat dan berlaku sepanjang tahun. Larangan umroh tidak hanya ditujukan bagi jemaah dari luar negeri namun juga warga Saudi sendiri.

Keputusan ini ditetapkan menyusul diumumkannya kasus positif infeksi corona di Saudi oleh Kementerian Kesehatan pada Rabu sore waktu setempat, seperti dilaporkan kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Disebutkan pasien tersebut baru datang dari Iran lewat kawasan Bahrain dan tidak melapor ke petugas di pelabuhan Saudi. Pasien tersebut masuk ke Saudi bersama dengan satu pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif corona.

2 dari 5 halaman

Pelaksanaan Umroh Ditangguhkan

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan tujuan pelarangan ini untuk mencegah menyebarnya infeksi virus corona. Seluruh aktivitas umroh ditangguhkan hingga waktu yang ditentukan.

" Membatasi akses ke Dua Masjid Suci yang rutin dipenuhi kerumunan jemaah, membuat isu pengamanan menjadi sangat penting," ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Arab News.

Sementara, Wakil Menteri Haji Saudi, Abdulfattah Mashat, mengatakan para jemaah baik warga Saudi maupun asing tetap bisa berkunjung ke Mekah dan Madinah. Tetapi, hanya untuk sholat dan bukan berumrah.

" Mekah tetap terbuka untuk pengunjung dari seluruh wilayah Kerajaan, keputusan penundaan hanya berlaku untuk aktivitas umroh," kata Abdulfattah.

Sebelumnya, Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan jemaah umroh dan pengunjung dari luar negeri. Juga menunda penerbitan visa kunjungan sehingga tidak ada orang yang bisa masuk ke wilayahnya.

Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk sementara waktu membawa dampak besar, terutama bagi perekonomian Saudi. Mengingat ibadah umroh memberikan kontribusi sangat besar bagi pemasukan Saudi yang sudah mantap meninggalkan minyak sebagai sumber pendapatan terbesar.

3 dari 5 halaman

Ma`ruf Amin Hormati Penangguhan Umroh oleh Saudi

Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghormati keputusan Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jemaah umroh dari sejumlah negara. Sebab, kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang merebak di sejumlah negara.

" Saya kira seperti yang dikatakan oleh presiden ya, kita menghormatilah itu apa namanya kedaulatan daripada Arab Saudi, karena ini menangkal adanya virus Corona. Salah satunya dengan cara menutup akses dari luar, kita hormati keputusan itu," kata Ma'ruf, Jumat 28 Februari 2020.

Menurut Ma'ruf, Indonesia dan negara lain dapat merugi akibat kebijakan Arab Saudi. Tetapi, dia menghormati keputusan Arab Saudi. Indonesia tak bisa ikut campur.

" Tentu dampaknya terhadap pengusaha-pengusaha, kepada biro-biro perjalanan, bahkan ada negara yang surplus sekarang minus," ucap dia.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan negosiasi dengan Arab Saudi mengenai penangguhan izin umroh.

" Tentu keputusan Saudi itu lebih bersifat menyeluruh ya. Apakah nanti, apakah ada kebijakan itu kita lihat saja. Apakah ada pengecualian kita belum memperoleh konfirmasi dari Saudi," ucap dia.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Kemenag Menunggu Info Lanjutan

Saat ini, berdasarkan laporan dari pengawasan bandara sejumlah maskapai penerbangan masih terbang sesuai jadwal.

" Kementerian Agama menunggu info lanjutan di atas dari pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Dilaporkan Arab News, Kementerian Kesehatan Saudi telah memberikan saran dan pedoman untuk pengendalian penyakit menular Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Hani bin Abdul Aziz Jokhdar, mengatakan, pedoman tersebut didasarkan pada pengalaman Arab Saudi dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan peziarah selama musim haji.

Beri Komentar