Setahun Jokowi-Ma'ruf, Kemendikbud Fokus Kerja Keras

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 27 Oktober 2020 11:01
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Kemendikbud Fokus Kerja Keras
Kemendikbud berusaha memberikan yang terbaik untuk pendidik dan peserta didik.

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk tetap fokus memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia.

Kementerian di bawah nahkoda Nadiem Makariem juga menghargai dan menamping semua kritikan yang diterima instansinya.  

Diketahui sektor pendidikan menjadi sorotan dalam kurun waktu satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendapat banyak masukan untuk menangani persoalan yang melanda dunia pendidikan di Indonesia.

" Fokus utama kami adalah untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia. Kemendikbud terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berniat baik memberikan kontribusi positif guna mencapai tujuan ini," ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Evy Mulyani.

 

1 dari 3 halaman

Transformasi Kemendikbud

Menurut Evy, beragam transformasi telah dilakukan Kemendikbud terutama selama pandemi Covid-19 berlangsung sebagai upaya memajukan masyarakat.

" Transformasi yang tanggap dan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan saat ini bertujuan agar masyarakat dapat maju, bangkit dan pulih khususnya dari situasi pandemi Covid-19," ucap Evy.

Sejumlah upaya yang telah dijalankan Kemendikbud untuk memajukan sektor pendidikan antara lain program penyesuaian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, BOS afirmasi, BOS kinerja. Beragam upaya ini dijalankan agar dapat digunakan secara leluasa untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama pandemi Covid-19.

 

2 dari 3 halaman

Bantuan Perguruan Tinggi

Untuk perguruan tinggi, kata Evy, Kemendikbud telah melonggarkan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui skema cicilan. Juga memberikan izin penundaan UKT jika mahasiswa tak memungkinkan melakukan pembayaran, penurunan UKT, serta penyaluran beasiswa dan bantuan infrastruktur.

" Penyaluran bantuan kuota data internet kepada seluruh guru, siswa, mahasiswa, dan dosen. Penyaluran bantuan kuota internet berjalan sesuai rencana, di mana pada Oktober periode pertama mencapai 35,7 juta peserta didik dan pendidik," kata Evy.

 

3 dari 3 halaman

Gotong Royong Bersama

Kemudian, kata Evy, sebanyak 1,8 juta siswa pendidikan dasar dan menengah telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar. Sedangkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah diterima oleh 200 ribu mahasiswa.

Lebih lanjut, Evy mengajak semua pihak bergotong royong memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan.

" Mari kita terus bekerja bersama dan bergotong royong memberkan kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik bagi negara kita," kata Evy.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar