Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Kemendikbud)
Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk tetap fokus memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia.
Kementerian di bawah nahkoda Nadiem Makariem juga menghargai dan menamping semua kritikan yang diterima instansinya.
Diketahui sektor pendidikan menjadi sorotan dalam kurun waktu satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendapat banyak masukan untuk menangani persoalan yang melanda dunia pendidikan di Indonesia.
" Fokus utama kami adalah untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia. Kemendikbud terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berniat baik memberikan kontribusi positif guna mencapai tujuan ini," ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Evy Mulyani.
Menurut Evy, beragam transformasi telah dilakukan Kemendikbud terutama selama pandemi Covid-19 berlangsung sebagai upaya memajukan masyarakat.
" Transformasi yang tanggap dan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan saat ini bertujuan agar masyarakat dapat maju, bangkit dan pulih khususnya dari situasi pandemi Covid-19," ucap Evy.
Sejumlah upaya yang telah dijalankan Kemendikbud untuk memajukan sektor pendidikan antara lain program penyesuaian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, BOS afirmasi, BOS kinerja. Beragam upaya ini dijalankan agar dapat digunakan secara leluasa untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama pandemi Covid-19.
Untuk perguruan tinggi, kata Evy, Kemendikbud telah melonggarkan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui skema cicilan. Juga memberikan izin penundaan UKT jika mahasiswa tak memungkinkan melakukan pembayaran, penurunan UKT, serta penyaluran beasiswa dan bantuan infrastruktur.
" Penyaluran bantuan kuota data internet kepada seluruh guru, siswa, mahasiswa, dan dosen. Penyaluran bantuan kuota internet berjalan sesuai rencana, di mana pada Oktober periode pertama mencapai 35,7 juta peserta didik dan pendidik," kata Evy.
Kemudian, kata Evy, sebanyak 1,8 juta siswa pendidikan dasar dan menengah telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar. Sedangkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah diterima oleh 200 ribu mahasiswa.
Lebih lanjut, Evy mengajak semua pihak bergotong royong memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan.
" Mari kita terus bekerja bersama dan bergotong royong memberkan kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik bagi negara kita," kata Evy.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya