5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pemuda Ini Rela Bekerja Demi Kesembuhan Adiknya (Foto: World Of Buzz)
Dream - Pemuda 19 tahun menangis terharu ketika diberi tahu uang yang dibutuhkan untuk perawatan adiknya yang masih bayi berhasil terkumpul. Uang itu didapatkan dari donasi warganet di media sosial.
Menurut portal berita Hupu, pemuda bermarga Ma itu berasal dari desa miskin di Provinsi Hubei, China.
Kondisi keluarga Ma yang sudah miskin, semakin menyedihkan saat adiknya yang masih berusia tiga tahun didiagnosis menderita leukemia atau kanker darah.
Meskipun kondisi keluarganya sangat kekurangan, Ma menolak menyerah mengahadapi kesulitan yang menimpa adiknya. Dia memutuskan belajar keras agar bisa menjadi dokter.
Dia berharap bisa menyembuhkan leukemia adiknya dengan tangannya sendiri.
Untuk mewujudkan haraan itu, Ma memutuskan...
© Dream
" Saya harus masuk sekolah kedokteran, baru setelah itu saya memiliki kesempatan untuk menyembuhkan adik laki-laki saya," kata dia, dikutip Dream dari World of Buzz, Selasa, 4 Juli 2017.
Dia belajar sangat keras untuk ujian terakhirnya dan mencetak nilai 456.
Sehari setelah dia mengikuti ujian akhir, Ma pergi ke sebuah proyek dekat rumahnya untuk bekerja sebagai kuli bangunan.
Kedua orang tuanya juga pergi bekerja sekitar sebulan yang lalu dan neneknya yang berusia 80 tahun tinggal di rumah untuk merawat saudaranya yang sakit.
Ma bersedia melakukan apapun demi mendapatkan uang untuk biaya pengobatan saudaranya. Dalam beberapa foto yang sempat viral di media sosial, Ma terlihat mengangkat batu bata, mendorong gerobak pasir dan melakukan semuanya demi mendapatkan 100 Yuan, sekitar Rp196 ribu) per hari di lokasi proyek tersebut.
© Dream
Kisahnya yang memilukan diterbitkan oleh media lokal dan menjadi viral. Ceritanya dilihat 3,1 juta kali dan sumbangan dari masyarakat mulai mengalir.
Hanya dalam waktu 24 jam, 600.000 Yuan, sekitar Rp1,1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut cukup untuk menutupi biaya transplantasi sumsum tulang adiknya.
Ma, yang sedang bekerja di lokasi proyek, menangis dengan kabar gembira tersebut. Dia berkata, " Akhirnya adikku bisa diselamatkan."
Ternyata, di luar sana masih ada rasa kemanusiaan di hati orang-orang. Semoga adik Ma bisa sembuh setelah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang dan terbebas dari leukemia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?