Sosialita Hong Kong Asal Kediri Dituduh Jadi Penipu Kelas Kakap

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 6 Desember 2019 18:00
Sosialita Hong Kong Asal Kediri Dituduh Jadi Penipu Kelas Kakap
Mengaku kaya raya.

Dream - Sosialita Hong Kong asal Indonesia, Azura Luna Mangunhardjono, menjadi pembicaraan. Kini dia harus berurusan dengan polisi Hong Kong dan Amerika Serikat.

Menurut South China Morning Post, seorang pria berusia 46 tahun pada 11 Juni 2019 memasukkan keluhan kepada kepolisian Hong Kong soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh Azura.

" Dia sudah membayar 350 ribu dolar Hong Kong (Rp631 juta) pada perempuan asing untuk membeli sejumlah tas tangan," demikian artikel yang dilansir SCMP.

Laporan tersebut berasal dari pria berpaspor Amerika Serikat, Jason. Dia mengaku sempat membawa Azura ke London, Inggris.

Jason percaya terhadap deskripsi yang diberikan Azura yaitu rumah di London dengan 10 hingga 15 ruangan. Jason melihat mobil mewah pada foto yang ditunjukkan Azura melalui ponsel.

" Saya minta diperlihatkan (mobil) dan Azura sudah menyanggupi. Tapi, sampai sekarang saya belum pernah melihat mobil itu secara langsung," kata Jason.

Azura, kata Jason, sangat pandai, terlebih soal memanfaatkan kelemahan orang lain. " Kelemahan saya saat itu adalah tdak mau sendiri karena saya baru berpisah dari mantan istri saya," ujarnya.

Menurut Jason, karena dirinya terbuai, sang sosialita sempat membujuknya memindahkan beberapa aset dengan dalih melindungi harta mantan istrinya.

" Ia mengatakan, ia akan menggunakan aset-aset saya untuk membeli properti di Bali dan berlian, semua di bawah nama saya," cerita Jason.

1 dari 4 halaman

Mengaku Tak Pernah Tinggal di Jakarta

Korban penipuan Azura tak hanya satu orang. Pemilik agensi penyewaan rumah mewah, Abdul, mengalami kerugian 39 ribu Euro, atau Rp610 juta.

Menurut Abdul, Azura menyewa sebuah apartemen dari perusahaan Ripoff Report selama empat hari.

Sosok Azura dikenal licin. Dia mengaku tak pernah tinggal di Indonesia. Dia mengaku hanya tinggal di Bali bersama suaminya.

Abdul mengatakan, dia belajar bahasa Arab di Mesir dan Sankrit di India. " Ayah saya bekerja dengan orang-orang dari banyak tempat. Jadi, saya tumbuh besar di kemah-kemah pengungsian, savana, hutan, istana, hotel bintang lima," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Mengaku Hamil

Menurut Scamion.com, Azura bukan nama sebenarnya. Menurut Nextshark, nama asli Azura adalah Enjang Widhi Palupi. Lahir di Kediri, Jawa Timur, 27 Oktober 1978.

Yang lain memeringatkan masyarakat segera menghubungi pihak berwenang jika bertemu dengannya.

“ Menjadi jelas bahwa Azura Mangunhardjono, orang rendahan dari Indonesia, berhasil memanipulasi, menipu [dan] melukai tidak hanya individu di Hong Kong, tetapi juga di London, Paris, Milan, Singapura, Jakarta, LA (dan) NYC,” kata ulasan.

Saat ini, tidak jelas di mana Azura tinggal. Tak diketahui pula keberadaannya mengingat dugaan besarnya utangnya. Dalam wawancara bulan September 2019 dengan Post Magazine, dia muncul mengaku hamil kembar lima bulan.

3 dari 4 halaman

Hati-Hati Modus Penipuan Lowongan Palsu, Pahami Cirinya

Dream – Kejahatan bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk kepada pencari kerja. Penipuan lowongan kerja memang sangat marak terjadi saat ini.

Para penipu tersebut tetap mencari kelengahan dari para pencari kerja yang membutuhkan pekerjaan.

Dikutip dari Karir.com, Kamis 1 Agustus 2019, ada dua modus yang biasa digunakan oleh penipu lowongan kerja. Pertama, penipu akan meminta uang pelatihan.

Kegiatan training atau pelatihan karyawan merupakan sebuah kegiatan yang umum dilakukan perusahaan. Kegiatan ini bertujuan agar karyawan semakin cakap dan kompeten dalam bidang pekerjaannya.

Tetapi hal ini menjadi salah satu modus penipuan lowongan kerja yang ada saat ini. Para pencari kerja biasanya akan dipanggil untuk melakukan interview. Setelah proses interview dilakukan maka penipu ini akan menginformasikan bahwa mereka lolos dengan syarat harus membayar sejumlah uang.

Alasannya uang tersebut akan digunakan untuk melakukan pelatihan kerja dan bersifat wajib. Bagi yang membayar mereka memang akan di training untuk melakukan beberapa pekerjaan yang jauh berbeda dengan yang dijanjikan.

4 dari 4 halaman

Bayar Tiket Perjalanan

Salah satu modus lainnya yang sering terjadi adalah penipuan dengan menggunakan travel. Para penipu biasanya akan mengundang pencari kerja untuk melakukan interview di lokasi yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pelamar.

Melalui surat yang dikirim, para penipu tersebut menginformasikan bahwa pelamar wajib untuk menggunakan travel yang sudah dipilih. Selain itu mereka juga biasanya akan berdalih untuk mengganti uang tersebut di tempat tujuan.

Para korban yang tertipu biasanya tidak mendapatkan tiket yang mereka pesan. Begitupun dengan uang penggantian yang dijanjikan sama sekali tidak pernah ada.

Kamu harus berhati-hati, ya, Sahabat Dream.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian