Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang sopir truk di Turki, Ali D, 40 tahun, mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap istrinya sendiri. Pemicunya relatif sepele. Sang istri kerap menghina Presiden Turki Recep Tayib Erdogan saat muncul dalam pemberitaan di televisi.
Ali yang menikahi wanita berinisial GD, 38 tahun, tiga tahun lalu itu tidak terima istrinya menghina presiden pujaannya saat muncul di televisi. Bukannya patuh, GD malah menantang suaminya.
" Rekam dan ajukan gugatan," ujar GD seperti dituturkan Ali, dilaporkan harian Yeni Safak.
Ali pun melakukan itu, merekam perkataan istrinya sebagai bukti penghinaan terhadap Presiden dan melaporkan kepada jaksa kota Izmir. Belum diketahui secara pasti apakah gugatan tersebut akan disidangkan.
" Saya berusaha mengingatkan dia, mengatakan mengapa kamu lakukan ini? Presiden kita adalah orang baik dan melakukan hal-hal baik untuk Turki," kata Ali.
Tapi sang istri terus saja menghina atau mengganti saluran ketika melihat Erdogan muncul di saluran televisi tertentu.
" Bahkan meski itu adalah ayah saya yang bersumpah menghina Presiden, saya tidak akan memaafkan dan akan saya gugat," kata Ali.
Bersamaan dengan gugatan tersebut, sang istri juga melayangkan gugatan cerai.
Kasus ini terjadi di tengah kekhawatiran lantaran meningkatnya angka kasus penghinaan terhadap Presiden Erdogan yang berujung di pengadilan.
Pihak penentang mengatakan Erdogan menjadi semakin otoriter sejak menjadi presiden pada 2014 lalu. Kritik intoleran semakin meningkat di media, jaringan sosial, bahkan di jalanan.
Sumber: alarabiya.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya