Tak Terima Ditegur, Murid dan Ayah Aniaya Satpam Sekolah

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 11 Februari 2019 14:00
Tak Terima Ditegur, Murid dan Ayah Aniaya Satpam Sekolah
Empat orang menganiaya Faisal Pole.

Dream - Kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Seorang penjaga sekolah SMP Negeri 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dianiaya tiga orang murid dan seorang wali murid.

Video aksi pemukulan satpam bernama Faisal Pole itu menjadi pembicaran di media sosial.

Dilaporkan Pojoksatu.id, Kapolres Takalar, AKBP Gani Alamsyah Hatta, peristiwa pemukulan itu terjadi pada Sabtu, 9 Februari 2019. Polisi telah memeriksa empat orang yang diduga menganiaya Faisal.

"Kami sudah periksa empat orang, di mana ada tiga orang siswa dan satu orang tua siswa. Semuanya masih sebatas saksi dan masih kita mintai keterangannya," kata Alamsyah, Senin, 11 Februari 2019.

 
 
 
View this post on Instagram

Seorang Cleaning Servicesekaligus Security di SMP 2 Galesong bernama Faisal dg Pole (38 tahun) mengalami penganiayaan yang menyebabkan bagian kepalanya mengeluarkan darah, Sabtu (9/2/2019). . Ironisnya, penganiayaan ini dilakukan oleh empat orang siswa SMP 2 Galesong bersama salah seorang orang tua siswa. . Kejadian ini bermula saat korban sedang memungut sampah di luar kelas kemudian lima orang siswa mengejek korban dengan kata "pegawai anjing, Pegawai Najis" yang sontak membuat korban menampar salah seorang siswa menggunakan tangan. . Siswa yang tak terima, pulang dan menyampaikan perihal pemukulan ini kepada ayahnya. Tak lama kemudian orang tua siswa bernama Rasul dg Sarrang (48 tahun) mendatangi korban di sekolah. . Rasul memerintah anaknya, iqra (12 tahun) beserta temannya sebanyak tiga orang yaitu resa (12 tahun), dani (12 tahun), dan kaswandi (12 tahun) untuk memukul korban. . Kemudian siswa tersebut secara bersama-sama memukul korban menggunakan sapu ijuk bergagang besi yang mengenai kepala korban sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek. Orang tua siswa, Rasul dg Sarrang kemudian memukul korban dengan tangan sebanyak lima kali pada bagian kepala. . Atas kejadian tersebut, korban keberatan dan melaporkan kepada polsek setempat untuk diproses secara hukum. Dia didampingi oleh kepala sekolah SMP 2 Galesong, Hamsah dg Lallo (69 tahun) sebagai saksi. . . . . Artikel : Katapedia.net â��â��â��â��â��â��â��â��â��â�� Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa ð��� . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Alamsyah mengatakan, Faisal juga telah dimintai keterangan. Informasi dari Faisal akan digunakan polisi untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.

"Karena melibatkan anak-anak di bawah umur, maka kasusnya ditangani oleh Unit PPA," ucap dia.

 

1 dari 4 halaman

Kronologis Pemukulan

Berdasarkan informasi, kasus pemukulan ini bermula ketika Faisal sedang membersihkan sampah di depan kelas SMP Negeri 2 Galesong, Takalar. Salah seorang siswa mengeluarkan kata-kata tak pantas sehingga menyinggung Faisal.

Faisal yang tak terima menampar salah seorang siswa tersebut. Siswa yang ditampar itu kemudian mengadu ke ayahnya.

Sang ayah kemudian mengamuk dan menuju sekolah untuk mencari Faisal. Setelah bertemu, wali murid tersebut memukuli Faisal. Dia turut dibantu beberapa siswa.

Akibat pemukulan itu, wajah Faisal mengalami luka robek. Faisal mendapat delapan jahitan untuk menutup luka tersebut.

(Sah, Sumber: Pojoksatu.id)

2 dari 4 halaman

Siswa SMP Tantang dan Persekusi Guru Akhirnya Minta Maaf

Dream - Kasus persekusi murid SMP PGRI Wringianom, Gresik, Jawa Timur, berakhir dengan mediasi di kantor polisi. Siswa kelas IX SMP PGRI berinisial AA itu akhirnya maaf kepada sang guru IPS, Nurkalim.

"Saya meminta maaf dan merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi ataupun mengancam atau dendam kepada Pak Nurkalim," kata AA, dilaporkan Jatimnow, Minggu, 10 Februari 2019.

 

Ini dia video viral anak SMP PGRI kab gresik yang viral dan siswa meminta maaf penuh dengan air mata � . Via @anoakhry_onoae

A post shared by NDORO (@ndorobeii) on 

AA meminta maaf atas perbuatannya dalam video yang viral di media sosial itu.

Dalam kesepakatan yang dibuat, apabila AA mengingkari janji tersebut, dia bersedia dituntut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Dengan penuh kesadaran saya membuat surat pernyataan bersama ini. Dan demi Allah saya tidak akan mengulangi perbuatan ini," ujar AA yang hadir didampingi orang tuanya.

(Sah, Sumber: Jatimnow.com) 

3 dari 4 halaman

Cengkeram Kerah Guru

Dream - Aksi seorang siswa sekolah menengah pertama di Gresik, Jawa Timur menjadi viral di media sosial. Siswa diduga murid SMP PGRI Wringinanom itu terlihat menantang guru lelaki yang mengajarnya.

Dia mendatangi guru yang berdiri. Siswa tersebut memegang pundak dan mencengkeram kerah sang guru.

"Kamu mau ngapain?" kata si siswa tersebut.

 

Beginilah nasib guru jaman sekarang. Keras dikit dilaporin ke Polisi. TKP SMP PGRI Kecamatan WIRINGANOM Kabupaten Gresik. Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru2. We love you. We always support you.. #kmupdates @ndorobeii

A post shared by Krishna Murti (@krishnamurti_bd91) on 

Ulah tak santun si siswa tak berhenti disitu. Usai bergaya seolah menantan muridnya, si sia lantas duduk di meja sembari merokok. Saat didatangi sang guru, siswa yang mengenakan topi itu tampak mendorong dada dan memegangi kepala si guru tersebut.

Video itu juga sempat diunggah Karo Misinterdivhubinter Polri, Brigjen Khrisna Murti di Instagram pribadinya.

"Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru-guru," tulis dia.

 

4 dari 4 halaman

Sang Guru Berstatus Honorer

Dilaporkan Jatimnow.com, Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro membenarkan video persekusi siswa terhadap guru tersebut. Guru honorer yang mendapatkan persekusi tersebut bernama Khalim.

" Ya, Polsek Wringianom telah meminta keterangan terhadap korban atau guru tersebut. Permasalahan terjadi minggu lalu pada Sabtu, 2 Februari 2019," kata Wahyu, Minggu, 10 Februari 2019.

Usai meminta keterangan Khalim, rencananya, polisi akan memanggil siswa yang melakukan persekusi.

(Sumber: Jatimnow.com)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting