Lubang Hitam di Luar Angkasa Tertangkap Kamera

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 10 Juli 2019 14:02
Lubang Hitam di Luar Angkasa Tertangkap Kamera
Lebih berat ketimbang Matahari.

Dream - Seperti pusaran di lautan, lubang hitam di luar angkasa berputar menciptakan semburan di sekitar mereka. Tetapi, lubang hitam tidak menciptakan pusaran angin atau air.

Makalah mengenai temuan pusaran lubang hitam itu diterbikan di The Astrophysical Journal yang terbit 2 Juli 2019.

Dilaporkan laman NASA, lubang hitam menghasikan cakram gas dan debu yang panasnya mencapai ratusan juta derajat. Melalui pencitraan sinar X, pusaran itu akan terpancar terang.

Data dari Observatorium X-ray Chandra milik NASA, dan penyelarasan miliaran tahun cahaya, para astronom mampu mengukur putaran lima lubang hitam supermasif tersebut.

Kondisi akibat pusaran lubang hitam itu sebelumnya telah diprediksi oleh Albert Einstein. Astronom memanfaatkan fenomena pusaran yang bersifat membengkokkan ruang-waktu pada obyek yang besar, seperti galaksi.

Dengan lensa gravitasi dan Chandra, muncul titik-titik indah yang terrekam dalam empat gambar.

 

1 dari 5 halaman

Pusaran Lubang Hitam

Kunci penting yang dibuat ilmuwan dan astronom dalam temuan ini yaitu kemampuan mikrolensing. Kemampuan ini dihasilkan dari bintang-bintang di galaksi yang memperbesar cahaya dari quasar. Pembesaran yang lebih tinggi artinya menghasilkan emisi sinar-X.

Hasil penelitian para ilmuwan dan astronom NASA itu menghasilkan `Einstein Cross`. Menggunakan perhitungan, titik lubang hitam yang berputar memiliki kecepatan berputar, 670 juta mil per jam.

Dugaan awal, kemampuan berputar lubang hitam itu bisa sangat cepat karena pengaruh akumulasi materi lubang hitam selama miliaran tahun.

NASA memberikan gambaran, prinsip ini seperti komidi putar yang didorong dengan arah putaran yang sama.

Ilmuwan juga memprediksi, quasar itu terletak pada jarak mulai dari 8,8 miliar hingga 10,9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sementara itu lubang hitam memiliki massa antara 160 dan 500 juta kali lipat dari matahari.

Pengamatan ini adalah yang terpanjang yang pernah dilakukan dengan Chandra dari quasar lensa gravitasi, dengan total waktu paparan berkisar antara 1,7 dan 5,4 hari.

2 dari 5 halaman

Misteri Lubang Hitam Alam Semesta Terkuak

Dream - Lubang hitam telah menjadi misteri fisikawan, astonom, dan masyarakat awam. Tetapi, Rabu malam, 10 April 2019, sejumlah ilmuwan mengumumkan telah berhasil merekam lubang hitam.

Lubang hitam itu ditangkap delapan teleskop radio Event Horizon Telescope (EHT) yang membentang di delapan lokasi dari Antartika ke Spanyol dan Chili.

Salah tangkapan teleskop itu terlihat lingkaran debu dan gas, dikelilingi lubang hitam besar yang kolosal, di jantung galaksi Messier 87, 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Lubang hitam itu sendiri tidak bisa dilihat secara jelas. Tetapi, pengamatan terbaru itu melampaui hukum fisika yang sudah runtuh.

Direktur Teleskop EHT, Sheperd Doeleman, mengatakan, “ Lubang hitam adalah benda paling misterius di alam semesta. Kami telah melihat apa yang kami pikir tidak dapat dilihat. Kami telah mengambil gambar lubang hitam.”

Dilaporkan The Guardian, gambar itu memberikan pandangan langsung pertama dari lempengan akresi lubang hitam, cincin gas dan debu berbentuk donat fuzzy yang terus " memberi makan" monster di dalamnya.

3 dari 5 halaman

Suhu panas hingga miliaran Celcius

Selain gambar, EHT juga mengambil radiasi yang dipancarkan partikel-partikel di dalam area lempeng lubang hitam. Diketahui, lempengan itu dipanaskan hingga miliaran derajat ketika mereka berputar di sekitar lubang hitam mendekati kecepatan cahaya, sebelum akhirnya menghilang ke bawah plughole.

Penampilan seperti bulan sabit dalam gambar terjadi karena partikel di sisi lempeng lubang hitam yang berputar ke arah Bumi.

Lubang hitam pertama kali diprediksi teori relativitas Albert Einstein.

Sejak itu, para astronom telah mengumpulkan banyak sekali bukti bahwa lubang-lubang kosmik di luar angkasa. Termasuk pendeteksian gelombang gravitasi baru-baru ini yang beriak melintasi kosmos ketika pasangan mereka bertabrakan. (ism)

4 dari 5 halaman

Lubang Hitam Sejatinya Tidak Ada?

Dream - Pernyataan kontroversial soal lubang hitam atau black hole dikeluarkan seorang profesor fisika di University of North Carolina di Chapel Hill, AS.

Profesor bernama Laura Mersini-Houghton mengklaim punya bukti bahwa lubang hitam tidak ada. Ia menyatakan bila sebuah bintang yang telah hancur tidak mungkin bisa berubah menjadi Black Hole.

Sejak lama ilmuwan percaya bila Black Hole yang tercatat sebagai benda langit paling padat dan dapat menyedot apa saja ke dalamnya (termasuk cahaya), akan muncul akibat ledakan dahsyat saat sebuah bintang meledak.

Ledakan terakhir dari bintang atau yang biasa dikenal dengan supernova, akan menciptakan sebuah titik paling gelap di alam semesta yang kerap disebut singularity.

Singularity menurut teori akan diselubungi oleh sebuah lapisan kasat mata bernama 'horizon'. Saat sebuah objek melewati horizon, maka benda itu tidak dapat kembali lagi atau bahkan menghilang dari alam semesta.

Lebih lanjut Mersisni-Houghton menyatakan bila sebuah bintang yang meledak tidak akan mampu berubah menjadi Black Hole karena sudah kehilangan banyak energi ketika memancarkan radiasi super ketika mulai hancur.

 

5 dari 5 halaman

Penjelasannya...

Teori ini selaras dengan teori Stephen Hawking yang menyatakan bila bintang yang akan mati mengeluarkan radiasi. Namun, Hawking percaya bila Black Hole benar-benar ada dan masih bisa memancarkan radiasi.

Ilmuwan UNC itu yakin bila sebuah bintang tidak mempunyai energi lebih untuk dapat berubah menjadi singularity, atau bahkan menciptakan horizon yang menjadi awal terbentuknya Black Hole.

Kesimpulan ini dia dapat berdasarkan perhitungan matematis dan penelitian selama bertahun-tahun. " Kami telah mempelajari masalah ini selama lebih dari 50 tahun dan penemuan ini memberi kami banyak bahan untuk dipikirkan," kata Mersini-Houghton.

Diketahui, Sejak awal pembentukan dari Black Hole sudah memunculkan kontroversi. Terdapat dua teori dasar fisika yang bertentangan sehubungan dengan teori pembentukan Black Hole.

Menurut teori gravitasi Albert Einstein, proses pembentukan Black Hole di alam semesta memang dapat terjadi dan mungkin terjadi.

Di sisi lain, teori kuantum menyatakan bila segala bentuk informasi di alam semesta tidak bisa lenyap seperti yang terjadi saat sebuah objek lenyap ditelan oleh Black Hole. Sampai sekarang ilmuwan belum bisa menemukan titik temu dari kedua teori tersebut.

(Ism, Sumber: Phys.org, Wncn.com)

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin