Nadiem Makarim: Saya Sudah Nyaman di Gojek, tapi Menteri Dampaknya Lebih Besar

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 7 November 2019 06:00
Nadiem Makarim: Saya Sudah Nyaman di Gojek, tapi Menteri Dampaknya Lebih Besar
Terlalu sulit, tapi...

Dream - Nadiem Makarim mengaku sebenarnya sudah sangat nyaman di Gojek. Namun dia menerima tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan demi bangsa.

" Saya terus terang sudah nyaman di Gojek, sudah jadi keluarga saya, rumah saya, tetapi saya diberikan amanah ini oleh Pak Presiden," kata Nadiem, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 6 November 2019.

Nadiem sadar betul bahwa tawaran menjadi Mendikbud merupakan amanah dan tantangan untuk memajukan Indonesia.

" Saya sadar untuk bisa mendapatkan amanah ini, potensi atau dampak saya di dunia pendidikan jauh lebih besar untuk bisa memajukan negara ini," ujar dia.

Pendiri Gojek ini menambahkan, apapun masalah bangsa ini, bisa ditangani bila kualitas sumber daya manusianya berkualitas. Karena itulah dia bertekad meningkatkan kualitas generasi mendatang melalui pendidikan.

" Satu-satunya cara untuk melakukan lompatan adalah melalui generasi berikutnya, dan karena itulah saya menerima tantangan ini," kata dia.

1 dari 6 halaman

Diskusi dengan Jokowi

Nadiem juga punya alasan lain. Dia mengatakan, menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan karena tantangan. Bagi dia, kesulitan bisa diubah menjadi energi.

" Secara pribadi saya suka hal-hal rumit dan sulit. Banyak orang bilang `wah enggak mungkin dilakukan`, saya paling senang dengar itu," kata dia.

Nadiem mengaku sering berdiskusi dengan Jokowi selama hampir satu tahun belakangan. Ujung dari diskusi tersebut adalah SDM masyarakat.

" Sebenarnya walau saya bidang teknologi saya sadar apa yang bisa kami lakukan di dalam perusahaan saya sebelumnya itu sebenarnya bukan teknologi, tapi SDM yang mendukung inovasi itu. Manusianya yang bikin perusahaan ini bisa jadi besar dan berkembang," kata Nadiem

" Maka dari itulah Pak Presiden berpikirnya passion Nadiem di situ, yaitu SDM," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

2 dari 6 halaman

Nadiem Makarim: Saya Mulai dari Nol

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Pendidikan Tinggi, Nadiem Makarim, mengaku sedang belajar memahami masalah pendidikan di Tanah Air.

" Saya mulai dari nol di pendidikan. Saya akan belajar sebanyak-banyaknya," ujar Nadiem usai sertijab di kantor Kemendikbud, Jakarta, seperti ditayangkan Kompas TV, Rabu, 23 Oktober 2019.

Nadiem mengatakan, meski belajar dari nol dia sudah mempersiapkan diri. Dia berjanji akan belajar sebanyak-banyaknya.

" Jangan khawatir, saya sudah belajar mempersiapkan diri, jadi sudah banyak pr yang saya kerjain," kata dia.

Nadiem pun meminta para direktur jenderal dan tim di bawahnya untuk bersabar. Dia mengatakan, akan menjadi `murid yang baik`.

Selain memulai dari awal, Nadiem berjanji akan menerapkan prinsip gotong royong di kementerian yang dia pimpin.

3 dari 6 halaman

Profil Nadiem Makarim, Mantan Bos Gojek yang Jadi Mendikbud Dikti

Dream – Teka-teki posisi menteri yang akan pegang Nadiem Makariem akhirnya terjawab. Presiden Jokowi-Maruf Amin menampatkan pendiri Gojek Indonesia sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju.

Posisi yang dipegang Nadiem cukup mengejutkan banyak pihak. Lulusan Harvard University ini sebelumnya banyak digadang memegang posisi menteri di bidang ekonomi digital.

" Saya manggilnya mas saja, Masa Nadiem Anwar Makariem, menteri pendidikan dan kebudayaan," ujar Jokowi saat mengumumkan nama Nadiem sebagai salah satu menteri di kabinetnya.

Menurut Jokowi, Nadiem akan diminta untuk membuat berbagai terobosan yang signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha, yang link and match antara pendidikan dan industri.

Sosok Nadiem memang sudah lama menjadi pantauan akan menjadi salah satu menterinya. Kepastian itu diketahui saat CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim, datang ke Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Nama Nadiem mulai dikenal publik saat mantan pegawai sektor keuangan itu memutuskan menjadi bos para tukang ojek di Indonesia. Lewat Gojek, Nadiem mendobrak bisnis transportasi publik ini merambah dunia digital. 

" Ternyata lebih dari 70 persen waktu kerja tukang ojek hanya menunggu pelanggan, ditambah kemacetan Jakarta," kata Nadiem di suatu waktu.

4 dari 6 halaman

Gojek Lahir dari Bisnis Tak Sengaja

Ide bisnis ojek onine dari pria kelahiran 4 Juli 2984 ini lahir tanpa sengaja. Perbincangannya dengan tukang ojek langganan membuka cakrawala bisnis baru.

" Jika ada layanan transpor dan delivery (pengantaran) yang cepat dan praktis, pasti akan sangat membantu warga Jakarta," ujar Nadiem.

Berbekal ambisi besar menjadi seorang entrepreneur, Nadiem pelan-pelan mewujudkan idenya tersebut. Sampai akhirnya, Go-Jek mulai beroperasi tahun 2011. Kawasan Jabodetabek jadi targetnya menjalankan bisnis sekaligus memberi layanan jasa transportasi dan kurir serba cepat dan proaktif.

Tak hanya bisnis dan layanan semata, Go-Jek dibangun dengan misi sosial. Meningkatkan pendapatan para tukang ojek di Jakarta adalah mimpi Nadiem.

Dunia pendidikan membuat Nadiem harus meninggalkan bisnis yang dibangunnya tersebut. Meski harus bertandang ke Amerika Serikat, toh hasrat bungsu dari 3 bersaudara ini untuk terus mengembangkan GO-JEK, tetap hidup.

Nadiem mulai berpikir untuk menggandeng berbagai perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

5 dari 6 halaman

Pulang ke Indonesia Usai Bekerja di Perusahan Top

Otak bisnis Nadiem memang sudah terasah cukup tajam. Mengawali sekolah dasar di Jakarta, Nadiem pernah merasakan ketatnya sistem pendidikan di sebuah SMA di Singapura. Memasuki dunia mahasiswa, Nadiem memilih jalur sarjana di Brown University AS. Jurusan International Relations jadi incarannya. Selama satu tahun, Nadiem sempat mengikuti foreign exchange di London School of Economics.

Tak puas menjadi sarjana, Nadiem pulang ke Indonesia dengan menyandang gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard Business School.

Lulus dari Brown, Nadiem tak butuh waktu lama terjun ke dunia kerja. Berbekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem direkrut menjadi Management Consultant di sebuah lembaga konsultan ternama McKinsey & Company. Di perusahaan ini, Nadiem menghabiskan waktu 3 tahun di kantor mereka di Jakarta.

Selama bekerja itulah, Nadiem banyak membantu berbagai perusahaan besar di berbagai sektor mengatasi kendala-kendala bisnis mereka.

6 dari 6 halaman

Latar Belakang Keluarga Nadiem Makarim

Melihat latar belakang keluargnya, Nadiem sebetulnya bukan lahir dari kalangan pengusaha. Ayahnya yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah berprofesi sebagai pengacara, sementara ibu dari Pasuruan, Jawa Timur bekerja di bidang non-profit.

" Di keluarga hanya saya yang aktif di bidang entrepreneurship," ujar Nadiem.

Meski memilih jalur berbeda, toh Nadiem cukup beruntung memiliki orang tua yang pengertian. Kedua orangtua selalu mendukung usahanya. Hanya ada satu syarat yang diberikan. Usaha Nadiem harus bisa membantu masyarakat Indonesia.

" Saya dididik dari kecil untuk kembali dan berkontribusi ke Tanah Air, walaupun seumur hidup lebih sering sekolah di luar negeri. Orangtua saya sangat nasionalis, dan karena itu passion saya untuk Indonesia sangat besar," tambahnya.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam