Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslimah Selandia Baru (Stuff.co.nz)
Dream - Kiwis (sebutan untuk warga Selandia Baru) dari seluruh agama berencana menggelar aksi solidaritas untuk para Muslim korban penembakan Christchurch. Kaum hawa di seluruh Selandia Baru yang ingin berpatisipasi dalam gerakan #headscardorharmony diminta mengenakan kerudung pada Jumat nanti, 22 Maret 2019.
Dikutip dari Stuff.co.nz, gerakan ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian Kiwis kepada umat Islam. Selain itu, rasa sakit yang dialami umat Islam juga menjadi luka dan kesedihan bagi Negeri Kiwi itu.
" Kami ingin menunjukkan cinta dan dukungan kami, serta duka kami karena kehilangan 50 ibu, ayah, anak, kolega dan teman-teman setelah serangan teroris pada Jumat lalu di Christchurch," demikian pernyataan penggagas.
Gerakan ini digagas oleh Thaya Ashman. Wanita yang merupakan dokter umum di klinik Mount Eden Village Doctors, Auckland memiliki kedekatan dengan umat Islam sejak menjadi dokter relawan di Afghanistan.
" Saya mendengar kisah wanita ketakutan yang bersembunyi di dalam rumah, terlalu takut ketika keluar ke jalanan lantaran merasa jilbabnya menjadi pertanda bahwa dia merupakan target terorisme," kata Ashman
" Saya ingin katakan, 'kami bersamamu, kami ingin kamu merasa di rumah sendiri dengan caramu, kami cinta, mendukung, dan menghormati Anda'," lanjut Ashman.
Perwakilan umat Islam Selandia Baru tersentuh dengan gerakan tersebut dan mendukungnya secara penuh. Ini menunjukkan betapa besarnya cinta Kiwis kepada mereka yang teraniaya.
Para petinggi Dewan Muslimah Selandia Baru menyatakan gerakan ini sebagai sikap solidaritas dan dukungan yang sangat patut mendapatkan penghargaan.
Tidak ketinggalan, Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru, Ikhlaq Kashkari, menyatakan gerakan ini adalah ide cemerlang.
Pada Jumat nanti, kaum hawa di Selandia Baru diminta mengenakan kerudung dan berfoto bersama teman baik di tempat kerja, sekolah, atau tempat bermain. Kemudian, mereka diminta menyebar foto itu di media sosial dengan menyertakan tagar #headscarfforharmony.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya