Tanda Cinta, Wanita Selandia Baru Akan Berkerudung Saat Aksi Solidaritas

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 20 Maret 2019 19:02
Tanda Cinta, Wanita Selandia Baru Akan Berkerudung Saat Aksi Solidaritas
Bentuk solidaritas kaum hawa Kiwis untuk korban penembakan Christchurch.

Dream - Kiwis (sebutan untuk warga Selandia Baru) dari seluruh agama berencana menggelar aksi solidaritas untuk para Muslim korban penembakan Christchurch. Kaum hawa di seluruh Selandia Baru yang ingin berpatisipasi dalam gerakan #headscardorharmony diminta mengenakan kerudung pada Jumat nanti, 22 Maret 2019.

Dikutip dari Stuff.co.nz, gerakan ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian Kiwis kepada umat Islam. Selain itu, rasa sakit yang dialami umat Islam juga menjadi luka dan kesedihan bagi Negeri Kiwi itu.

" Kami ingin menunjukkan cinta dan dukungan kami, serta duka kami karena kehilangan 50 ibu, ayah, anak, kolega dan teman-teman setelah serangan teroris pada Jumat lalu di Christchurch," demikian pernyataan penggagas.

Gerakan ini digagas oleh Thaya Ashman. Wanita yang merupakan dokter umum di klinik Mount Eden Village Doctors, Auckland memiliki kedekatan dengan umat Islam sejak menjadi dokter relawan di Afghanistan.

" Saya mendengar kisah wanita ketakutan yang bersembunyi di dalam rumah, terlalu takut ketika keluar ke jalanan lantaran merasa jilbabnya menjadi pertanda bahwa dia merupakan target terorisme," kata Ashman

 

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Ngikutin Kegiatan Keluarga Emil Dardak dan Arumi Bachsin Selama Lebaran [Part 2]