Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
"Profesi hansip harus kita hargai," ujar Tito.
Dream - Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian, menegaskan akan memproses hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, yang menyebut pikiran Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Mochammad Iriawan, tak sepadan dengan pangkatnya.
"Begini, ini kan makanya kita kembali ke hukum. Kalau memang kita melakukan lidik apakah ini ada unsur penghinaan terhadap seseorang tertentu," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.
Dalam sebuah ceramah, Rizieq menyindir Kapolda Metro dengan sebutan 'pangkat jenderal otak hansip'. Video ceramah tersebut juga banyak beredar di dunia maya. Tito menyarankan, apabila ada pihak yang tersinggung dapat melapor --sebelumnya, seorang hansip sudah melaporkan pernyataan Rizieq ini.
"Kemudian kalau nanti juga ada merasa terhina dan direndahkan, karena dianggap hansip otaknya dianggap lebih rendah dan dianggap low class dan mereka kemudian membuat laporan, kami tidak bisa tolak. Ingat hansip di mana-mana di seluruh Indonesia," ucap dia.
Tito menjelaskan hansip itu bukanlah profesi dengan pemikiran rendah. Ada juga dari kalangan hansip yang berpendidikan tinggi.
"Banyak volunteer jadi hansip. Itu mereka otaknya enggak bodoh, dan janganlah gitu karena mereka saudara kita. Makanya kita jangan buat komentar yang seolah-olah mereka menjadi lebih rendah dari pada yang lain. Profesi hansip harus kita hargai," ujar dia.