Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Crane Raksasa Yang Roboh Di Kawasan Masjidil Haram (dailymail.co.uk)
Dream - " Umi, jangan meninggal di sana (Mekah)," isak putri kedua Siti Nuroshizan Zolkifli saat melepas kepergian ibunya yang akan berangkat haji di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia.
Hari itu, Siti Nurul Nadiah Mohd Fazil, 10 tahun seolah merasa itulah hari terakhir dia melihat ibunya. Firasatnya ternyara benar.
Nuroshlizan, 37 tahun, adalah 1 dari 4 jemaah haji asal Malaysia yang meninggal dari tragedi jatuhnya derek raksasa (crane) di Masjidil Haram, Mekah.
" Umi selalu mengingatkan kami untuk membaca Alquran, dan melaksanakan salat lima waktu," ujar Nadiah mengutip laman, nst.com.my, Selasa, 15 September 2015 di Denai Alam.
Nuroshlizan merupakan seorang guru Sekolah Menengah Jeli, Kelantan dan tiba di Mekah bersama ayahnya, Zolkifli Yusoff, 62 tahun. Dia tiba sehari sebelum kecelakaan itu terjadi.
Kakaknya, Siti Sarah, 30 tahun mengatakan Nuroshlizan pernah berjanji pada suaminya, Fazli Ismail, akan memberikan hadiah terbaik kepada putranya. Tak ada yang menyangka jika hadiah itu adalah perjalanan haji.
" Di hari pertama di Mekah, dia berdoa ibunya bisa berangkat haji dan doanya tersebut dikabulkan. Ibu kami akan pergi ke Mekah dengan suaminya."
Korban lainnya, Rohana Ismail, berangkat haji tahun ini setelah sebelumnya berniat hanya menunaikan umrah.
" Hati saya sedikit berat melepaskannya pergi haji karena buyut kami meninggal di sana," kata putra Rohana, Mohd Hafizan Mohd Nor.
Desainer ini tak menyangka jika ibunya akan meninggal secepat itu. Rohana dan suaminya juga tiba di Mekah sehari sebelum terjadinya tragedi tersebut.
Hafizan mengatakan, ayahnya selamat dari tragedi tersebut setelah memutuskan beristirahat usai menunaikan ibadah salat jumat.
" Ibu saya bersama kelompoknya pergi ke Masjidil Haram untuk menunaikan salah Zuhur dan Asar dan dia tak pernah kembali," kenangnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?