Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Data terkini penanganan Covid-19 menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi. Per hari ini, Rabu, 13 Mei 2020, kasus positif sudah melewati angka 15 ribu.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan baik menggunakan real time PCR maupun Tes Cepat Molekuler.
Bahkan, pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan mesin viral load PCR yang dulunya dipakai untuk pengujian HIV/AIDS.
" Kemarin kami sudah melihat datanya, di DKI untuk viral load PCR HIV sudah mampu melaksanakan 2.592 tes di dua rumah sakit. DIY kita tambahkan 480 tes, di Jawa Tiur 768 tes, NTT di Kota Kupang sudah kita tambahkan 480 tes, di Papua kita tambahkan 1.440 tes," kata Yurianto.
Jumlah spesimen yang telah diperiksa sebanyak 169.195 spesimen dari 123.572 orang. Jumlah ini didapat dari pemeriksaan baik menggunakan real time PCR maupun TCM.
" Dari kondisi ini, kita mendapatkan kasus positif totalnya hari ini 15.438, kemudian jumlah negatif 108.134," kata dia.
Yurianto kemudian merinci penambahan data kasus corona dalam 24 jam terakhir.
Menurut dia, sejak Selasa, 12 Mei hingga hari ini pukul 12.00 WIB, terjadi peningkatan kasus positif terkonfirmasi dengan jumlah cukup signifikan mencapai 689 orang sehingga akumulasinya menjadi 15.438 orang.
" Kasus sembuh meningkat dengan 224 orang sehingga totalnya sebanyak 3.287 orang. Kasus meninggal meningkat 21 orang sehingga totalnya menjadi 1.028 orang," ucap Yurianto.
Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejak Maret hingga sekarang mencapai 256.299 orang dengan sebagian besar sudah dinyatakan sehat. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 33.042 pasien.
" Inilah data-data kita dapatkan yang masih kita yakini kasus penularan di masyarakat masih terjadi," terang Yurianto.
Dream - Pelaksana Tugas Deputi 2 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi meminta masyarakat tidak kaget atau panik jika kasus positif infeksi virus corona naik cukup signifikan pekan depan. Menurut dia, hal ini bisa terjadi disebabkan adaya kenaikan kapasitas pengujian spesimen.
" Sebenarnya memang di daerah ini harapannya hasil positif itu memang kita targetkan untuk naik. Kenapa? Karena memang kemarin itu kita seharusnya kita itu ditargetkan bisa 10 ribu testing per hari oleh Pak Presiden," kata Dody, dikutip dari Liputan6.com.
Dody menjelaskan kenaikan jumlah kasus positif corona dilakukan agar pandemi ini dapat segera terselesaikan. Diaa juga memprediksi akan terjadi kenaikan kasus hingga 40 ribu kasus Covid-19.
" Sehingga nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harus begitu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya Covid ini, memang jumlah testing harus kita naikkan," terang Dody.
Dody menambahkan kenaikan kasus tidak akan bedampak langsung pada jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Sebab, sejauh ini pasien yang dirawat hanya mereka yang memiliki sakit berat kemudian meninggal dunia.
" Tetapi kalau nanti mereka naik, ini kan memang tidak ada hubungan langsung testing dengan yang di rumah sakit. Yang kita jaga adalah justru yang meninggal, yang meninggal ini memang secara statistik di Indonesia itu memang sampai 6-7 persen itu yang kritis dari semua yang positif," ujar Dody.
Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta sudah mulai dapat dikendalikan. Ini didasarkan pada hasil pemantauan terhadap 12 rumah sakit di Jakarta yang merawat pasien Covid-19.
" Di Jakarta sendiri, di DKI di Jabodetabek itu 12 prioritas RS itu sekarang memang sudah mulai terkendali, tidak penuh lagi pasien-pasien Covidnya," ucap Dody.
Sementara itu, diprediksikan jumlah kasus positif di daerah bakal mengalami kenaikan. Maka pemerintah daerah perlu memperkuat kapasitas layanan kesehatan seperti ketersediaan rumah sakit untuk merawat pasien.
" Karena di daerah kemampuan testing ini akan ditingkatkan, kecenderungan sekarang nanti harus meningkatkan juga kapasitas RS di daerah. Dan saat ini sedang berlangsung di beberapa daerah, BNPB dengan Kementerian PU meningkatkan fasilitas-fasilitas untuk RS darurat, di mana ada yang kita relokasi baru, ada yang menyiapkan RS-RS darurat dari gedung-gedung ataupun tempat-tempat yang tidak dipakai," tandas Dody.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, merilis data terkini kasus infeksi virus corona di Indonesia. Jumlah spesimen yang telah diperiksa mengalami penambahan disebabkan adanya tambahan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak dua unit.
" Spesimen yang kita periksa sudah bertambah lagi dengan penambahan dua laboratorium Tes Cepat Molekuler di sejumlah daerah. Sehingga ini akan menambah kekuatan pemeriksaan," ujar Yurianto.
Menurut Yurianto, hingga hari ini sudah ada 165.128 spesimen yang telah diperiksa. Jumlah tersebut didapat dari 119.728 orang terperiksa.
" Kasus positif akumulasi 14.749 orang, di antaranya kita dapatkan dari real time PCR 14.557 orang dan TCM 192 orang," kata dia.
Angka kasus negatif, kata Yurianto, mencapai 104.979 orang. " Ini yang perlu kita pahami, inilah data-data yang kita miliki," ucap Yurianto.
Sementara, terdapat penambahan kasus positif selama 24 jam terakhir sebanyak 484 orang. Sehingga, total kasus positif saat ini mencapai 14.749 orang.
" Kasus sembuh meningkat 182 orang menjadi 3.063 orang. Kasus meninggal 16 orang sehingga menjadi 1.007 orang," kata Yurianto.
Sedangkan kasus Orang Dalam Pemantauan saat ini sebanyak 251.861 orang dan sebagian besar sudah selesai dipantau. " Kasus PDP akumulasi adalah 32.147 orang," terang Yurianto.
Dream - Pemerintah terus memperbarui data penanganan Covid-19. Hingga Senin, 11 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, akumulasi kasus positif infeksi virus corona mencapai 14.265 orang.
" Pasien positif hari ini sebanyak 233 orang, sehingga total menjadi 14.265 orang," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Kasus sembuh mengalami peningkatan sebanyak 183 pasien. " Total secara akumulatif sebanyak 2.881 orang," kata Yurianto.
Selain itu, angka kematian turut bertambah. Dalam 24 jam terakhir, kasus kematian bertambah 18 pasien.
" Sehingga total pasien meninggal dunia menjadi 991 orang," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto menjelaskan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat 415 juta. Sehingga akumulasi jumlahnya mencapai 294.105 pasien.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan bertambah sebanyak 1.677 orang. Sehingga totalnya menjadi 31.994 jiwa.
Lebih lanjut, Yurianto kembali mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin dan taat pada ketentuan pemerintah.
" Menjaga jarak sesuatu yang penting, tetap berada di rumah dan bisa produktif di rumah. Tidak keluar rumah terkecuali terpaksa, dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun termasuk tidak mudik," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya