Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Achmad Yurianto (liputan6.com)
Dream - Jumlah kasus infeksi virus corona di Indonesia terus bertambah. Hingga Sabtu 9 Mei 2020, telah terdapat 13.645 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Menurut data yang disampaikan juru bicara penanggulangan virus corona, Achmad Yurianto, dalam 24 jam terakhir jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 533 orang.
Sementara, jumlah pasien yang sembuh bertambah 113 orang, menjadi 2.607. Sementara, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 16 orang, menjadi 959.
Jumlah orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga bertambah. Angka pertambahannya mencapai 2.367 orang. Sehingga total orang dengan statsu ODP di Indonesia mencapai 24.847.
Sementara, orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 603 , sehingga hingga kini totalnya mencapai 29.690.
Menurut Yurianto, spesimen yang diperiksa sebanyak 150.887, terdiri dari pemeriksaan real time PCR sebanyak 150.493 dan rapid test molekuler sebanyak 394 spesimen.
" Jumlah kasus yang diperiksa adalah 108.699 orang," kata Yurianto.
Dream - Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 termasuk pemicu penyakit yang menyimpan risiko kematian bagi pasien yang tertular. Ada kalanya orang yang terinfeksi masih memiliki kemungkinan meninggal walaupun sudah dinyatakan sembuh.
Hal itu terjadi dalam kasus pasien Covid-19 yang sebelumnya dinyatakan sembuh tapi kemudian meninggal dunia di Singapura.
Seorang wanita 58 tahun meninggal sembilan hari setelah dia dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Salha Mesbee, seorang ibu tiga anak, dilaporkan sebagai pasien termuda di negara itu yang meninggal karena Covid-19.
Meskipun dia dinyatakan sembuh total, tetapi Covid-19 sudah memengaruhi organ-organ di tubuhnya.
Beberapa organ vital, termasuk ginjal dan hatinya, rusak dan membuat kesehatannya memburuk.
Salha dan Ali Buang, suaminya, sebelum ini pergi ke Turki selama 10 hari untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Pada 26 Maret setelah kembali ke Singapura, Salha dinyatakan positif Covid-19. Dia dirawat di ruang UGD Rumah Sakit Ng Teng Fong beberapa hari kemudian karena menderita sesak napas.
Suaminya yang berusia 61 tahun juga dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit yang sama dengan Salha.
Siti, anak tertua Salha, percaya ayahnya tertular virus ketika berada di Turki. Karena ayahnya menderita demam sehari sebelum kembali ke Singapura.
Sementara dua putra Salha yang berusia 32 tahun dan 23 tahun yang tidak ikut ke Turki juga dites positif dan diisolasi di Rumah Sakit Tan Tock Seng.
Setelah dirawat, Salha dinyatakan sembuh setelah sebelumnya sang suami dan dua anaknya diperbolehkan pulang terlebih dahulu.
Namun, antibodi dalam tubuh Salha tidak bisa mengalahkan virus corona dengan baik sehingga organ-organnya mulai mengalami masalah.
Pada 29 April 2020, dokter menemukan pembengkakan di otak Salha setelah matanya tidak merespons terhadap cahaya.
" Dokter mengatakan Ibu adalah salah satu pasien yang paling kritis di antara yang lain. Mereka mengatakan kepada saya untuk bersiap-siap.
" Ibu telah berjuang sangat keras dan menang melawan Covid-19, tetapi tubuhnya sudah dalam kondisi yang buruk. Kami menyadari bahwa sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal," kata Siti.
Karena banyak organ tubuh Salha yang mulai tidak berfungsi, keluarga memutuskan untuk mematikan mesin penopang hidupnya pada tanggal 30 April 2020.
" Dokter menyatakan otaknya sudah mati dan Ibu mengandalkan mesin penopang hidup untuk bertahan. Ayah bilang sungguh menyedihkan melihat Ibu seperti ini. Kami akhirnya memutuskan untuk membiarkannya pergi," ujar Siti.
Keluarga membawa jenazah Salha pulang untuk dimakamkan pada tanggal 1 Mei 2020.
Sementara itu suaminya, Ali, mengaku sangat kehilangan almarhumah yang telah menemani selama 38 tahun.
“ Aku telah bersamanya selama 38 tahun dan dia selalu di sisiku. Dia adalah cinta dalam hidupku,” kata Ali.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya