Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Video Viral Mabuk (Instagram @gusmiftah)
Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman, gerah dengan viralnya sebuah video di media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa muda-mudi sedang pesta minuman keras.
Yang lebih membuat geram lagi, pesta miras itu diiringi musik religi. Sudah begitu, salah satu di antara mereka menyebut-nyebut Nabi Muhammad.
Pendakwah muda yang beken dengan panggilan Gus Miftah itu mengajak sosok yang ada dalam video tersebut untuk bertemu. Dia menawarkan kepada mereka untuk belajar agama bersama.
" Dear bro n sis yang ada di video….. boleh kah saya berjumpa? Mungkin kita bisa ngobrol atau belajar Ngaji bareng yuk," tulis Gus Miftah di Instagramnya.
Gus Miftah juga memasang sebuah pesan di akunnya. Dia ingin mengingatkan kembali para pelaku agar tak mengumbar kemaksiatan.
" Orang beribadah sombong dan dipamerkan saja tidak pantas, apalagi kemaksiatan yang dipamerkan dengan penuh kesombongan," kata dia.
Dalam video tersebut, terlihat sekelompok pria dan wanita sedang berkumpul. Mereka terlihat sedang menikmati minuman dalam botol yang diduga mengandung alkohol.
Terdengar musik religi diputar mengiringi kegiatan mereka. Ada pula yang terlihat menunjukkan gerak tubuh sedang berdoa.
Parahnya, ada satu wanita yang menyinggung soal Rasulullah Muhammad SAW.
" Nabi Muhammad sebelum mabuk," ujar wanita tersebut sembari menetakkan gelas berisi minuman ke botol.
Lihat postingan ini di Instagram
Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman, kembali membimbing non-Muslim untuk masuk Islam. Kali ini, sosok tersebut berasal dari Berlin, Jerman.
" Ini aku di apartemen ada tamu dari Berlin," ujar pendakwah yang akrab disapa Gus Miftah di akun Instagramnya.
Pria tersebut bernama Alang Joil Oliver Heinrich. Gus Miftah mengatakan Alang sebelumnya adalah seorang ateis dan sedang belajar mengenai Islam.
" Dia belajar Agama Islam sama aku dan aku belajar Bahasa Jerman dari Alang," kata Gus Miftah.
Alang kemudian mengucap kalimat syahadah. Ikrar masuk Islam tersebut dilakukan Alang dibimbing Gus Miftah.
Gus Miftah mengatakan, Alang ingin memeluk Islam setelah belajar kepada dia. Gus Miftah bersyukur Alang mendapatkan hidayah.
" Beliau sebelumnya ateis dan Alhamdulillah ada hidayah dari beliau, tanpa paksaan dari siapapun ya, dengan sadar diri ya, rela masuk Islam," kata dia kepada Alang.
Alang pun membenarkan hal itu. Dia tidak dipaksa siapapun untuk memeluk Islam.
Gus Miftah kemudian meminta Alang mengucap syahadat seperti yang dia ucapkan. " Karena masuk Islam cukup membaca kalimat Syahadat." kata Gus Miftah.
Alang lalu mengikuti ucapan Gus Miftah membaca kalimat syahadat. Alang kini telah menjadi Muslim.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya