Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Waspada! Gelombang Kedua Corona Potensial Melanda Indonesia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 22 April 2020 13:43
Waspada! Gelombang Kedua Corona Potensial Melanda Indonesia
Fase pandemi virus corona di Indonesia saat ini diklaim belum mencapai puncaknya.

Dream - Sejumlah ahli menyatakan pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia saat ini belum mencapai puncaknya. Diprediksi pandemi ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Ahli Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany, mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai ancaman gelombang kedua penyebaran Covid-19. Salah satu caranya dengan menjaga daya tahan tubuh.

Melihat sejarah ke belakang, ketika wabah flu melanda Spanyol terdapat ancaman gelombang lainnya setelah fase pertama usai. Sehingga pandemi virus corona ini perlu diwaspadai.

" Kembali lagi, virus begini memang pengalaman 100 tahun yang lalu juga menunjukkan ada 3 gelombang ya," kata Hasbullah, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Hasbullah, daya tahan tubuh menjadi kekuatan terbesar dalam melawan corona. Ini mengingat belum ditemukannya vaksin untuk virus tersebut.

" Untuk menghadapi gelombang itu tidak ada jalan lain sebelum vaksin dan obat ditemukan, dan sekarang sedang berupaya satu-satunya jalan adalah menjaga daya tahan tubuh kita ini sangat penting," katanya.

 

1 dari 5 halaman

Virus Corona Jangan Dianggap Remeh

Hasbullah menyampaikan masyarakat harus mampu melakukan evaluasi diri untuk menghindari kemungkinan tertular.

" Buat yang muda insya Allah masih lebih aman, buat yang tua jangan keluar rumah kecuali dalam posisi sendirian, jaga jarak yang jauh," kata dia.

Yang paling penting, tegas Hasbullah, jangan pernah menganggap remeh Covid-19. Misalnya berpikir daerah tropis tidak akan terjangkit Covid-19.

" Virus itu selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat dan kita jangan underestimate (meremehkan) seolah-olah ini akan tidak terlalu berbahaya di negara tropis, kan banyak yang begitu, ya kita harus mengasumsikan bahwa virus ini sangat berbahaya. Dan kemungkinan besar dia akan kembali," terang dia.

" Oleh karena itu kita harus istilah perang kita harus selalu siap waspada Jangan menganggap remeh. Jangan Anggap enteng suatu ketika ini akan menjadi endemik seperti halnya demam berdarah," tambah Hasbullah

Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh, bisa dilakukan dengan mengkonsumsi ramuan herbal, semisal jamu, serta menjaga pola hidup sehat. Jamu dapat membantu menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh.

" Ya kita punya buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, jambu itu banyak sekali dan itu juga membantu petani kita. Jadi bagus sekali kearifan lokal kita mengambil hikmahnya saja makan buah-buahan lokal jamu dan sebagainya. Insya Allah membuat daya tahan tapi tidak mengobati. Belum ada bukti untuk mengobati. Jadi jangan salah itu," ucap Hasbullah.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Selain Paru-Paru, Virus Corona Covid-19 Juga Menyerang Jantung dan Ginjal

Dream – Selain paru-paru, Covid-19 ternyata juga menyerang jantung. Di Korea Selatan dilaporkan terdapat kasus penyakit jantung yang disebabkan olef infeksi Covid-19.

Menurut World of Buzz, laporan ini menunjukkan bahwa virus yang menginfeksi seseorang dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih luas daripada hanya sekedar gangguan pernapasan.

Proses infeksi tersebut dapat digambarkan, reseptor virus corona tidak hanya ditemukan di paru-paru saja, namun juga di bagian ginjal, saluran pencernaan, dan juga jantung.

Dokter Kim Woo-joo dari Rumah Sakit Universitas Korea di Guro mengatakan, itulah mengapa Covid-19 menyebabkan peradangan pada organ lain selain paru-paru.

3 dari 5 halaman

Kasus Pertama Menyerang Wanita Muda

Kasus tersebut menimpa seorang wanita berusia 21 tahun dari Daegu. Awalnya ia tidak memiliki riwayat penyakit peradangan pada jantung. Namun akibat dia terinfeksi Covid-19, ia mengalami peradagangan pada jantung.

Daegu adalah kota yang terinfeksi paling parah di Korea Selatan dengan jumlah 64% dari total jumlah infeksi di Korea Selatan.

Sementara pasien wanita itu pada awalnya hanya menunjukkan gejala berupa batuk, sakit tenggorokan, demam dan diare. Lalu ia mulai mengalami kesulitan bernapas yang sangat parah dan harus dibawa ke Rumah Sakit Dongsan University Keimyung, dan hanya tiga hari dia sudah terdiagnosis dengan Covid-19.

4 dari 5 halaman

Infeksi Menyebar ke Paru-Paru dan Jantung

Dokter Kim In-cheol, ahli jantung yang menangani pasien wanita itu, menginformasikan gambar MRI, X-Ray dan CT scan menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Tanda-tanda itu berupa infeksi jelas di paru-paru dan jantung.

“ Scan pada dadanya menunjukkan pembengkakan jantung dan infeksi virus pada paru-parunya, seperti warna keruhnya kacang tanah,” ungkapnya.

Ia menambahkan kemampuan jantungnya untuk memompa darah sudah terganggu dan dia harus dirawat selama satu bulan di RS. Bahkan seperempat dari waktu itu dihabiskan di ruang ICU.

5 dari 5 halaman

Virus Corona Sebabkan Kerusakan Jantung yang Parah

Ahli jantung tersebut menyebut meski wanita itu sudah pulih, namun kerusakan jantung akibat virus dapat terbukti bertahan lama. Sayangnya, gadis muda ini hanyalah satu dari banyak kasus yang menunjukkan gejala kerusakan jantung serupa.

Menurut dokter Kim In-cheol, hampir setengah dari pasien yang terinfeksi parah dirawat di RS menunjukkan gejala masalah jantung akibat infeksi virus corona Covid-19. Kasusnya bahkan dilaporkan lebih tinggi.

Kerusakan jantung pada pasien dideteksi menggunakan metode yang sangat sensitif seperti tingkat pemindaian protein, yang dikenal sebagai troponin, dalam darah biomarker dari cedera miokard.

“ Orang-orang dengan kondisi jantung berada pada peningkatan risiko infeksi Covid-19 yang lebih parah,” jelas Dokter Kim In-cheol.

Beri Komentar