Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap potensi terjadinya gelombang tinggi dalam dua hari ke depan. Potensi gelombang tinggi itu disebabkan pola sirkulasi massa udara Samudra Hindia barat Aceh.
Berdasarkan rilis yang diterima Dream, Kamis 7 Februari 2019, BMKG memprediksi kecepatan angin tertinggi berada di Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata, hingga Kepulauan Tanimbar. Kemudian, kecepatan angin tinggi juga terpantau di perairan selatan Kepulauan Aru, perairan Yos Sudarso, perairan Merauke, dan Laut Arafuru.
BMKG mengimbau para nelayan agar memperhatikan kecepatan angin. Bagi perahu nelayan mereka akan diterpa angin kecepatan lebih dari 15 knot dengan gelombang 1,25 meter.
Kecepatan angin yang akan mengenai kapal tongkang 16 knot dan potensi gelombang 1,5 meter. Untuk kapal ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.
Sementara untuk kapal kargo atau kapal pesiar, BMKG meminta waspada karena kecepatan angin mencapai lebih dari 27 knot dengan gelombang lebih dari 4 meter.
Masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pun diminta untuk berhati-hati dengan potensi datangnya gelombang tinggi.
Dream - Gelombang tinggi berpotensi masih terjadi beberapa kawasan perairan Indonesia. Masyarakat tinggal maupun beraktivitas di laut diminta untuk waspada.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya potensi gelombang tinggi terhitung pada 21-24 Januari 2019. Tinggi gelombang mencapai 4-6 meter dan masuk kategori 'berbahaya'.
Dalam akun Instagram BMKG, @infobmkg, penyebab gelombang tinggi yaitu adanya tekanan rendah 1004 hPa di perairan timur Filipina, 1007 hPa di Laut Arafuru bagian barat dan Samudra Hindia Barat Daya Banten.
Kecepatan angin di wilayah utara Indonesia dari arah barat laut hingga timur laut sebesar 5-25 knot. Untuk Wilayah selatan Indonesia dari arah barat data-barat laut kecepatan angin berkisar 5-30 knot.
" Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat seperti Laut Jawa agar tetap selalu waspada," demikian peringatan BMKG.
Hembusan angin terkencang bakal terjadi di Perairan Enggano- Bengkulu, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Flores.
Beberapa wilayah diprediksi terjadinya gelombang 4-6 meter sebagai berikut.
1. Laut Natuna Utara
2. Perairan barat Sulawesi Selatan,
3. Selat Makassar bagian selatan,
4. perairan Kepulauan Sabalana hingga kepulauan Selayar.
Dream - Ancaman gelombang tinggi masih belum menjauh dari Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi antara 2.5-4 meter akan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia mulai 17 hingga 20 Januari 2019.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena potensi tinggi gelombangyang muncul dalam status berbahaya dan waspada.
Dalam rilis BMKG, potensi gelombang masuk status bahaya jika ketinggian yang muncul mencapai 2,50-4 meter. Sedangkan status waspada yaitu gelombang dengan tinggi 1,25-2,50 meter.
Berdasarkan pantauan BMKG, terdapat pola tekanan rendah di Samudra Hindia barat Mentawai dan di Samudra Hindia selatan NTT, membentuk palung tekanan rendah. Angin berembuh dari Barat ke utara dengan kecepatan bervariasi.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Perairan barat Lampung, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Kepulauan Selayar.
" Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut," demikian keterangan tertulis BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar area berpeluang terjadinya gelombang tinggi untuk selalu waspada. Juga kepada para pengguna moda transportasi laut.
Potensi gelombang tinggi dalam status berbahaya terjadi di wilayah berikut.
1. Perairan Barat Kep. Mentawai,
2. Perairan Bengkulu hingga P. Enggano,
3. Perairan Barat Lampung,
4. Samudera Hindia Barat Kepulauau Mentawai hingga Lampung,
5. Selat Sunda bagian Selatan,
6. Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa,
7. Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya