Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Illustrasi Membuat Masker Sendiri Di Rumah. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebagai badan dunia yang menangani kesehatan seluruh umat manusia, WHO terus memperbarui panduan mereka dalam mencegah penularan virus SARS-CoV-2 atau corona baru yang menyebabkan Covid-19.
Baru-baru ini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan beberapa perubahan panduan mengenai masker kain untuk menyaring droplet atau percikan mulut pemakainya.
Dalam pidato tanggal 5 Juni 2020, Ghebreyesus menyebutkan bahwa masker kain sekarang wajib dibuat dengan minimal tiga lapis.
" Panduan kami yang diperbarui berisi informasi baru tentang komposisi masker kain, berdasarkan penelitian akademis yang diminta oleh WHO," kata Ghebreyesus.
Berdasarkan panduan baru tersebut, WHO menyarankan warga masyarakat untuk memakai masker kain yang memiliki setidaknya tiga lapis bahan yang berbeda.
" Tentang detail lapisan yang kami rekomendasikan ada dalam panduan," tambah Ghebreyesus.
Dalam panduan berjudul Advice on the use of masks in the context of COVID-19 keluaran 5 Juni 2020, WHO menyebut masker kain sebagai masker non-medis.
Masker non-medis dapat dibuat dari berbagai material kain dengan jumlah lapisan berbeda. Kombinasi berbagai material kain dan jumlah lapisan berbeda ini menghasilkan kemampuan untuk menyaring yang berbeda terhadap virus.
Menurut panduan WHO itu, standar masker kain saat ini telah dikembangkan oleh French Standardization Association (AFNOR Group).
Standar baru ini menyebutkan bahwa kemampuan filtrasi atau penyaringan terhadap partikel solid atau droplet minimal harus mencapai 70 persen.
Berikut ini beberapa bahan yang direkomendasikan WHO untuk membuat masker kain:
WHO menyarankan untuk tidak memakai bahan yang bersifat elastis untuk membuat masker kain. Masalahnya, selama pemakaian, bahan mungkin menjadi melar hingga ukuran pori kain melebar dan mengurangi efisiensi penyaringannya terhadap droplet.
Setiap bahan kain memiliki efisiensi penyaringan antara 0,7% dan 60%. Semakin tinggi efisiensi penyaringannya, semakin bagus dalam menahan laju virus.
Kombinasi bahan kain Nylon dan 100% Polyester, misalnya, jika dilipat menjadi dua lapis, akan memberikan efisiensi filtrasi dua hingga lima kali lipat jika dibandingkan satu lapis saja.
Dalam membuat masker kain, WHO mewajibkan minimal tiga lapisan tanpa mengorbankan kenyamanan pemakainya untuk bernapas dengan leluasa.
Karena itu WHO memberikan panduan kombinasi bahan yang ideal agar masker kain tetap nyaman dipakai saat beraktivitas selama pandemi Covid-19.
Sumber: WHO
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya