Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

WNI dari Wuhan Tiba di Batam, Petugas Langsung Semprotkan Disinfektan

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 2 Februari 2020 14:18
WNI dari Wuhan Tiba di Batam, Petugas Langsung Semprotkan Disinfektan
Lihat video detik-detik WNI dari Wuhan tiba di Batam dan disemprot dengan cairan pembunuh kuman.

Dream - Pesawat Batik Air yang membawa 243 orang warga negara Indonesia dari Wuhan, China mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu, 2 Februari 2020 sekitar pukul 8.45 WIB. Tiga pesawat milik TNI AU juga sudah sedia untuk membawa seluruh WNI ke Natuna.

Deretan petugas dengan pengamanan kesehatan lengkap berwarna kuning dan putih siaga di sekitar pesawat. Saat berada di pesawat, para WNI juga diberikan masker.

Sesampainya di Batam, petugas berseragam kuning masuk ke dalam pesawat. Mereka sempat berhenti di pintu depan pesawat selama beberapa menit, dan disusul beberapa petugas berseragam putih.

Menurut aturan karantina, seluruh penumpang harus melalui pemeriksaan kesehatan di dalam pesawat Batik Air sebelum pindah ke pesawat lain yang akan membawanya ke Natuna.

Setelah turun dari pesawat Batik, para WNI langsung disemprotkan cairan disinfektan. Para petugas siaga dengan peralatan lengkap. Video saat para WNI turun dari pesawat Batik, diunggah di akun twitter Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia @infoppkk

 

 

1 dari 5 halaman

Jalani Kembali Tes Kesehatan

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam Achmad Farchanny sebelumnya menyatakan, terdapat sejumlah tes kesehatan yang dilakukan di dalam pesawat, di antaranya suhu tubuh.

Sementara itu, tiga pesawat TNI sudah bersiaga untuk membawa seluruh WNI dari Wuhan ke Natuna, yaitu Hercules A-1315 dan dua Boeing AI 7304 dan A 7306.

Kadis Ops Lanud Hang Nadim Batam Mayor Lek Wardoyo mengatakan Hercules dimaksimalkan dapat mengangkut 130 orang dan boeing berkapasitas masing-masing 100 orang. Hingga pukul 9.20 WIB, seluruh WNI dari Wuhan masih dalam pesawat Batik Air.

 

2 dari 5 halaman

Alasan Pemerintah Tunjuk Batik Air untuk Evakuasi

Evakuasi tengah dilakukan oleh sejumlah negara untuk membawa warganya yang masih berada di China, khususnya di Wuhan untuk pulang termasuk Indonesia. Pada hari ini, Minggu 2 Februari 2020, evakuasi dilakukan dengan pesawat Batik Air.

Mulai 1 Desember, Batik Air Terbangi Silangit

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, mengatakan penunjukan Batik Air sebagai operator yang akan mengangkut WNI dari Hubei karena memiliki izin penerbangan rute regular dari Indonesia ke Wuhan. Dari Indonesia, maskapai yang memiliki izin rute reguler ke Wuhan hanya Sriwijaya dan Lion Grup.

Selain itu, misi evakuasi ini akan mengikutsertakan 245 orang WNI termasuk crew pesawat dan tim kesehatan dengan sekali penerbangan. Oleh karenanya, dibutuhkan operator yang memiliki pesawat wide body dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

Batik Air yang menjadi operator pengangkut juga telah dilengkapi fasilitas Cabin Air Filter yang berfungsi untuk menyaring virus tertentu di dalam pesawat, termasuk virus Corona. " Crew juga akan dilengkapi dengan pakaian pelindung yang telah disiapkan oleh lembaga terkait," ujar Novie lewat keterangannya.


Laporan Ya'cob Billiocta, Dwi Aditya Putra/ Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Perawat Borong 5.800 Masker Penangkal Virus Corona, Koper Travel Sampai Tak Muat

Dream - Wabah virus coronan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global memicu kepedulian masyarakan dunia. Donasi dan bantuan datang dari berbagai negara. 

Sumbangan yang diberikan tersebut datang dalam beragam bentuk dan cara yang berbeda. Salah satunya dilakukan seorang pekerja rumah sakit yang menunjukan rasa kemanusiannya terhadap para korban. 

Menurut Shanghaiist, Chen, seorang pekerja rumah sakit di Sichuan semula akan pergi ke Nepal untuk berlibur sebelum wabah virus corona menjadi serius.

Ketika virus mulai menyebar dengan cepat, rekan kerja memberitahunya bahwa mereka khawatir akan kekurangan masker.

Chen kemudian mengambil inisiatif untuk membantu situasi tersebut. Dia memutuskan untuk menunda liburannya.

Dia memutuskan pergi ke apotek lokal di dekat hotelnya dan memborong semua masker yang berjumlah 5.800 lembar.

Ribuan masker yang dibeli itu membuat koper Chen sampai tidak muat menampungnya. Namun Chen tidak kehilangan akal.

Dia mengeluarkan beberapa pakaian dan memasukkan empat plastik penuh masker ke dalamnya.

Masker berjumlah ribuan itu rencananya akan dibagikan kepada penduduk Sichuan sebagai antisipasi menghindari tertular virus corona.

(sah, Sumber: World of Buzz)

4 dari 5 halaman

Pria Misterius Tinggalkan 500 Masker Dekat Pusat Wabah Corona Wuhan

Dream - Tak semua pahlawan memakai jubah. Peribahasa itu ingin menggambarkan banyaknya `pahlawan` yang memiliki latar belakang manusia biasa.

Kondisi inilah yang terjadi di China beberapa hari terakhir. Ada banyak `pahlawan` yang merelakan tenaga dan keselamatannya demi membantu orang lain.

Seorang pria yang tak diketahui namanya, meninggalkan sebanyak 500 masker untuk menghadang penyebaran virus Corona Wuhan. Dia meninggalkan kotak masker tersebut di resepsionis.

Si pemberi masker pergi begitu saja (Foto: CGTN)

Si pemberi masker pergi begitu saja (Foto: CGTN)

Usai meninggalkan kotak masker itu, dia bergegas pergi dari kantor polisi. Seorang polisi yang awalnya curiga mengejarnya.

Tapi, si lelaki terus berlari dan meninggalkan kantor polisi. Dua orang polisi yang berjaga kemudian memberikan hormat kepadanya.

5 dari 5 halaman

Tak Diketahui

Dilaporkan CGTV, aksi lelaki yang terekam kamera keamanan ini terjadi di sebuah kantor polisi di timur China, kota Liu'an, Provinsi Anhui. Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 2020.

Provinsi Anhui disebut berbatasan langsung dengan Provinsi Hubei. Pusat kota Hubei, Wuhan, diduga menjadi awal mula penyebaran virus 2019-nCoV.

Berdasarkan data terbaru, Rabu, 29 Januari 2020 pukul 17.20 WIB, sebanyak 132 orang menjadi korban virus Corona Wuhan. Sementara itu, 6.057 orang dilaporkan terinfeksi.

China masih menjadi wilayah terbesar pengidap virus ini. Sebanyak 5.970 orang dilaporkan terinfeksi.

Beri Komentar