Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo Bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo
Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, mengajak masyarakat Indonesia bergotong royong melawan pandemi Covid-19.
Doni mengatakan, perbincangan bersama Ketua MPR beserta rombongannya untuk memberikan dukungan moral dan menyepakati untuk bersama-sama mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan bergotong royong sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi wabah Covid-19.
" Kebersamaan gotong royong ini suatu kekuatan bangsa kita, sehingga ketika kita menyampaikan narasi gotong royong satu sama lain memberikan bantuan, ini adalah implementasi Pancasila," kata Doni, Kamis, 2 April 2020.
Selain itu, Doni dan Bambang sepakat agar seluruh elemen bangsa meningkatkan persatuan dan meninggalkan ego sektoral masing-masing. Dengan bersatu padunya seluruh elemen bangsa dari para pemimpin hingga lingkup terkecil di masyarakat bisa menciptakan kekuatan untuk mendorong moral bangsa.
Dengan adanya kekuatan persatuan, kata Doni, bisa memberikan optimisme pada bangsa sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh dan membantu terhindar dari Covid-19.
Doni meminta kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menghindari ancaman virus. Doni juga berharap para petugas medis dan aparatur pemerintahan di daerah untuk meningkatkan keterampilan dalam memahami dan mencegah penyebaran Covid-19.
Bambang berharap seluruh pejabat negara turut turun tangan tampil di hadapan publik untuk menenangkan masyarakat sekaligus memberikan kepercayaan kepada rakyat bahwa negara hadir dan mampu menghadapi persoalan pandemi Covid-19.
Dream - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan meminta kepada pemerintah untuk mengirimkan pasokan masker N95.
" Mereka mengatakan ada keperluan untuk masker yang berkualitas bagus," ujar Retno di Kemenko PMK, Jakarta, kemarin.
Retno berujar, Kemenlu juga sudah meminta Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) untuk mengirim masker N95 ke China.

Rapat Kemenko PMK mengenai virus Corona Wuhan (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)
" BNPB akan mengirimkan masker melalui Garuda (Indonesia) ke Beijing, dari Beijing kita sudah kontak layanan pengiriman yang mendapatkan izin dari otoritas Tiongkok untuk masuk ke wilayah yang dikarantina," ucap dia.
Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan, masker yang akan dikirim untuk WNI yang berada di China berjumlah 10 ribu. Namun, tidak semua masker itu dikirim dalam satu waktu.
" Hari ini setengahnya akan dikirim dari 10 ribu, 5 ribu akan dikirim," kata Doni.
Dream - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi melaporkan dari 243 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di Provinsi Hubei, China sebanyak 100 diantaranya menetap di Wuhan. Hingga saat ini Retno memastikan kondisi ratusan WNI tersebut dalam keadaan sehat dan tak terpapar virus corona..
" Kami sampaikan adalah bahasa komunikasi antara pemerintah dalam hal ini diwakili para perwakilan kita terutama dari KBRI Beijing kepada WNI kita mayoritas pelajar, hampir semuanya pelajar itu sangat baik," ujar Retno di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.
Retno berujar, dari hasil komunikasi itu, diketahui stok logistik WNI yang berada di Wuhan sudah menipis. Diperkirakan stok yang ada hanya akan mencukupi antara tiga hingga lima hari ke depan.
" Kita tahu bahwa ketersediaan kebutuhan sehari-hari warga negara kita menipis, masih ada tiga hingga lima hari. Oleh karena itu kita berusaha untuk penuhi kebutuhan logistik," ucap dia.
Retno menjelaskan upaya menambah kebutuhan logistik yang semakin menipis itu harus melalui beberapa prosedur. Kondisi tersebut bisa dipahami mengingat status Wuhan yang tersisolasi.
" Tentu cara memenuhinya tidak semudah kalau posisi kota itu normal. Ini kan posisinya lock down. Tetapi upaya kita lakukan," kata dia.
Beberapa toko logistik di Wuhan diakui masih ada yangn beroperasi. Namun harga barang kebutuhan pokok di pusat penyebaran virus Corona ini sudah meningkat tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut. pemerintah Indonesia sudah mengirimkan bantuan dana kepada WNI yang berada di Wuhan agar bisa berbelanja stok logistik.
" Mereka membeli harganya memang lebih tinggi. Oleh karena itu kemudian negara memberikan bantuan jadi bantuan itu sudah diberikan dari waktu ke waktu akan dicek," kata dia.
Pemerintah juga selalu melakukan komunikasi dengan WNI yang berada di Wuhan untuk mengecek stok logistik mereka. Retno juga memastikan kondisi mereka dalam keadaan sehat.