Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz dilaporkan akan turun tahta pekan depan. Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang juga Ketua Komite Anti-Korupsi disebut-sebut akan menggantikan ayahnya memimpin negara berbasis kerajaan itu.
Stasiun televisi berita Iran, PressTV, melaporkan Raja Salman bakal membuat pengumuman turun tahta sekitar dua malam ke depan. Informasi itu didapat dari laman media dan analisis dunia Arab, Rai al-Youm.
Sebelumnya pada Rabu, stasiun televisi berita Alarabiya mengunggah link berita terkait kabar turun tahtanya Raja Salman di Twitter. Tetapi, unggahan tersebut kemudian dihapus.
Kabar ini belum dapat terkonfirmasi. Pihak Istana di Riyadh belum memberikan pernyataan secara resmi terkait isu ini.
Sejak memimpin Saudi pada 2015 lalu menggantikan Raja Abdullah, Raja Salman melakukan reformasi besar-besaran. Bahkan karena langkahnya yang begitu cepat, Raja Salman dikabarkan menghadapi sejumlah teror.
Salah satunya adalah teror penculikan. Isu ini beredar beberapa hari setelah Raja Salman memecat keponakannya, Pangeran Mohammad bin Nayef dari jabatan Wakil Putra Mahkota.
Dibantah Kerajaan
Kabar turun tahtanya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz dibantah oleh pejabat kerajaan. Raja Salman bahkan disebut tidak akan membuat keputusan besar terkait kedudukannya dalam waktu dekat.
" Tidak ada kemungkinan apapun yang akan dilakukan Raja," ujar salah satu pejabat yang tidak bersedia disebut namanya.
Pejabat tersebut mengatakan biasanya raja-raja Saudi tetap memerintah meski dalam kondisi kesehatan yang buruk. Turun tahta hanya dilakukan Raja Saud bin Abdulaziz pada pertengahan 1960 dan menyerahkan tahta kepada saudaranya, Pangeran Faisal.
Pejabat itu juga menyebutkan Raja Salman menikmati kondisi fisik dan jiwa yang sempurna. Sehingga, sangat tidak mungkin jika Raja Salman turun tahta.
(ism, Sumber: sputniknews.com, voanews.com)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global