Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Beberapa terapi dan pengobatan untuk menghentikan kebiasaan merokok diketahui memiliki efek samping bagi tubuh. Namun, tidak demikian dengan suplemen minyak ikan yang kaya akan kandungan omega-3.
Temuan tim ilmuwan dari University of Haifa menemukan kandungan asam lemak pada minyak ikan dapat mengurangi seseorang untuk mengisap nikotin. Dalam proses penelitian, selama sebulan perokok yang diberi kapsul omega-3 setiap harinya mulai mengurangi konsumsi rokok sebesar 11% lebih banyak dibandingkan mereka yang menggunakan terapi lain saat sedang mengurangi kebiasaan tersebut.
Kebiasaan merokok diketahui dapat mengurangi kadar asam lemak esensial terutama omega-3 dalam otak. Kekurangan omega-3 dapat memicu kerusakan struktur sel-sel saraf dan mengganggu komunikasi antar saraf di daerah otak yang terlibat dengan perasaan senang dan puas.
Pada bagian otak inilah yang berperan dalam mengambil keputusan dan sangat penting dalam mengatasi kecanduan. Kekurangan omega-3 membuat seorang perokok sulit mengontrol keingnan untuk kembali merokok.
"Temuan ini menunjukkan bahwa omega-3 merupakan suplemen makanan murah dan mudah yang tersedia dengan hampir tidak ada efek samping bagi mereka yang ingin mengurangi kebiasaan merokok," ucap1 Dr Sharon Rabinvitz Shenkar seperti dilansir Dailymail.
Hasil temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Psychopharmacology ini melibatkan sekitar 48 peserta yang merokok selama 11 tahun terakhir dengan konsumsi rata-rata 14 batang sehari. Dosis pemberian kapsul omega-3 dibagi dalam dua kelompok, pertama dengan dosis 950mg dalam lima kali sehari selama 30 hari. Sementara kelompok lainnya dengan lima pil plasebo dalam sehari selama kurun waktu yang sama.
Setelah tiga puluh hari, para perokok telah merasakan dampak berkurangnya keinginan merokok hanya sekitar dua batang per hari. Sementara kelompok yang diberi plasebo menunjukkan perubahan signifikan pada tingkat keinginan mereka atau dalam jumlah rokok yang mereka hisap dalam sehari.
Dr Rabinovitz mengatakan: "Selain faktor di atas, tekanan dan stress juga berkaitan dengan keinginan untuk merokok. Hal tersebut diketahui stress dan ketegangan meningkat di antara mereka yang memutuskan berhenti merokok".
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan