Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Untuk Anda yang rindu dengan minuman tradisional seperti jamu coba mampir ke kedai yang satu ini. Mengambil lokasi di Jalan Petogogan 1 No. 28, Gandaria, Jakarta Selatan, kedai Suwe Ora Jamu ini siap memanjakan lidah dengan menu khas Indonesia.
Interior kedai ini pun begitu klasik, sangat kental dengan nuansa nusantara. Cahaya redup dengan beberapa deret sofa membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.
Ruangannya begitu nyaman layaknya rumah sendiri, aneka jamu di sisi kanan kedai begitu tersusun rapi. Tak hanya itu, aneka jajanan era 90an juga tersedia di sini, seperti permen susu nougat, permen jahe, hingga es krim Woody.
Ide kedai ini tercetus dari pemikiran Nova Dewi Setiabudi dan Uwi Mathovani. " Kami ingin kembali mempopulerkan jamu, di sini tersedia jamu dengan khasiat yang beragam. Jamu biasanya dijajakan dengan bakul oleh mbok-mbok, kini bisa dinikmati di sini muali buka dari jam 11 siang sampai 12 malam," ujar Managing Director Suwe Ora Jamu, Jonathan Lesmana, Selasa 20 Januari 2015.
Kedai ini sendiri menurut Jonathan dibuka Februari 2013, hadir dengan tiga varian jamu yakni jamu pahit, house blend atau racikan sendiri yang dikemas dalam botol kaca serta ada juga jamu yang diinovasi seperti mocktail.
" Kita memang sengaja buatnya dicampur, supaya rasanya lebih ringan, jadi tak merasa minum jamu. Meski begitu, khasiatnya tetap sama. Misalnya ada kunyit asam dicampur dengan sawi hijau, namanya Green Thamarin ada juga untuk penurun kolesterol dan lain-lain," ujarnya.
Sementara untuk jamu racikan merek jamu asal Surabaya, Jamu Iboe menjadi andalan di kedai ini. " Brand jamu Iboe sendiri sudah terkenal sekitar 100 tahun lalu. Untuk itu kami bawa dan perkenalkan lagi di kedai ini," tuturnya.
Bagi Anda yang tak terlalu suka rasa tajam khas jamu tak perlu khawatir, di Suwe Ora Jamu semua rasa tidak terlalu menyengat.
Setiap menu jamu yang ditawarkan dibandrol dengan harga Rp 23 ribu kemasan botol dan Rp 15 ribu jika disajikan di gelas.
Tak lengkap rasanya bila bersantai tanpa ada menu hidangan selain jamu. Kedai ini juga menyediakan beragam makanan camilan khas Indonesia seperti pisang goreng crispy, roti bakar, bubur kacang ijo hingga jamur goreng.
Atau yang ingin memanjakan perut, Anda bisa memesan Nasi Bakar Tandjung Priok. Nasi bumbu rempah-rempah isi ikan tuna yang dibungkus dengan daun pisang, dan dipanggang di atas arang cocok untuk Anda yang sedang lapar.
Jonathan mengatakan pengunjung yang datang kebanyakan tak hanya sekedar menghabiskan waktu berkumpul, tapi memang khusus memesan jamu.
" Mereka juga bisa berkonsultasi di sini. Jadi mengonsumsi jamunya sesuai dengan kebutuhan, mengatasi keluhan-keluhan di tubuh dengan jamu," paparnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya