Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Menjinjing Tas Belanja H&M. (Foto: Wall Street Journal)
Dream – Meski bermerek dunia, tak selamanya lho busana yang dipajang di etalase toko habis terjual. Lihat saja nasib yang dialami perusahana fashion ritel, H&M.
Tumpukan pakaian dan aksesoris di gudang-gudang H&M dilaporkan menumpuk dan jumlahnya meningkat 7 persen dari tahun lalu. Mau tahu nilainya? Diperkirakan mencapai US$4,3 miliar atau setara Rp59,17 triliun.
Dilansir dari NY Times, Kamis 29 Maret 2018, stok tumpukan baju ini diketahui dari laporan triwulanan pada Selasa, 27 Maret 2018.
Laporan ini membuat orang mempertanyakan apakah perusahaan mampu beradaptasi dengan persaingan ketat dan mengubah permintaan konsumen untuk membentuk kembali pasar pakaian global.
Tanda-tanda persediaan tidak terjual yang meluas, mulai muncul tahun lalu, ketika melaporkan penurunan penjualan kuartalan yang tidak terduga.
Penurunan ini pertama kali terjadi dalam dua dekade terakhir. Selain gaya beli konsumen yang berubah, ritel ini juga harus berhadapan dengan toko online yang semakin menjamur.
H&M dilaporkan membukukan penurunan laba operasional sebesar 67 persen dalam tiga bulan.
Perusahaan juga harus menutup toko di Afrika Selatan dan menghadapi serangan media sosial setelah menjalankan iklan pada Januari yang menunjukkan model anak kulit hitam yang mengenakan jaket hoody yang bertuliskan `Monyet paling keren di hutan`.
Untuk menghadapi masalah stok pakaian bekas yang berlimpah, manajemen H&M dikabarkan akan mengurangi pasokan dan memperlambat ekspansi di toko-toko. Tak hanya itu, mereka juga akan memangkas harga. Perusahaan ini berharap bisnis onlinenya bisa berkembang 25 persen tahun ini.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya