Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Deliveree Menghadirkan Revolusi Pengiriman Baru Dalam Pengiriman Barang. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Persaingan bisnis logistik di Indonesia semakin ketat terutama sejak pandemi Covid-19 mulai mengubah pola belanja masyarakat. Masyarakat mulai banyak berbelanja online dan barang dikirimkan melalui jasa kurir.
Kondisi ini mendorong perusahaan kurir untuk berinovasi agar tidak kalah dengan pesaingnya.
Selain paket-paket kecil, penyedia jasa logistik juga melayani pengiriman dengan jasa kargo. Umumnya pengiriman dilakukan ketika kuota kargo sudah terpenuhi.
Memfasilitasi pelanggan yang membutuhkan kecepatan, Deliveree Indonesia membuat terobosan dengan layanan Muat Sebagian (partial load service). Dengan layanan ini penguna jasa tak harus menunggu volume barang dalam jumlah besar. Paket akan dikirimkan jika memenuhi batas velume minimal tertentu.
Untuk menunjang layanan tersebut, layanan Deliveree Muat ini menerapkan solusi pengiriman kargo berbasis teknologi bagi pelaku bisnis.
Inovasi ini mengusung konsep berbagi muatan dalam satu angkutan sehingga bisa menekan angka biaya pengiriman. Artinya, pelanggan tidak perlu membayar untuk pengiriman seluruh kapasitas truk.
“Untuk pelanggan kami yang mungkin tidak memiliki cukup barang untuk satu kendaraan atau pernah memiliki masalah dilayanan sebelumnya, dimana mereka tidak dapat menemukan pengiriman barang yang dapat mengakomodasi volume barang yang kecil atau menengah, sekarang bisa mengandalkan Muat Sebagian dari Deliveree,” kata Senior Supply Associate Deliveree Indonesia, Denaldy Nataniel dalam konferensi pers, Rabu 22 September 2021.
Menurut Denaldy, dengan diluncurkannya layanan Muat Sebagian dari Deliveree pelanggan dapat memesan berdasarkan ukuran barang dan area kendaraan yang tersisa nantinya dapat digabungkan dengan barang pelanggan lainnya.
"Ini berarti pelanggan dapat berbagi harga sewa untuk satu kendaraan atau truk," ujarnya.
Ia menambahkan, layanan Muat Sebagian bisa digunakan dengan berat barang maksimal sampai 18 ton. Nantinya, barang akan dikirim menggunakan mobil tronton wingbox.
Menggunakan teknologi revolusioner, layanan Muat Sebagian dapat menghitung dan menggabungkan barang pelanggan secara cepat dan realtime. Pengguna juga bisa melacak barang yang sedang dikirim melalui aplikasi Deliveree.
“Kami menggunakan algoritma mutakhir bersama dengan armada truk profesional untuk menggantikan sortir center tradisional,” kata Product Associate Deliveree Indonesia, Wiryawan Wicaksono.
Truk akan dijadikan sortir center berjalan yang mengambil barang pelanggan dengan rute optimal. Dengan begitu, harga kargo termurah bisa diberikan kepada pelanggan.
Sebagai penyedia truk dan juga layanan kargo, Deliveree sudah beroperasi di Indonesia sejak 2015. Penyedia layanan ini juga tersedia di Thailand serta Filipina. Saat ini, area layanan Deliveree berada di sebagian Pulau Sumatera, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Semarang, Jogja, dan Surabaya.
Pelaku bisnis bisa memesan layanan ini melalui aplikasi seluler di Android dan Apple serta aplikasi website dari laptop atau PC.
(Laporan Magang: Elyzabeth Yulivia)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen