Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Http://www.justrenttoown.com/)
Banyaknya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya tak terduga lainnya menyebabkan pendapatan bulanan begitu cepat habis bahkan saat masih 'tanggal muda'.
Dream - Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda, rasa-rasanya banyak yang sering mengalami hal ini. Banyaknya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya tak terduga lainnya menyebabkan pendapatan bulanan begitu cepat habis bahkan saat masih 'tanggal muda'.
Kalau sudah begini, biasanya akan berujung pada galau dan lupa bersyukur. Padahal seharusnya jangan bersikap demikian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi berikut ini.
Hadis Pertama
"Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu." (HR. Muslim)
Jangan galau, jangan menyesali atau bersedih hati jika gaji Anda habis untuk menafkahi istri dan anak-anak, lalu Anda tidak bisa bersedekah untuk kaum dhuafa dalam jumlah besar. Sejatinya, nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah yang pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.
"Nafkah kepada keluarga itu lebih utama dari sedekah yang hukumnya sunnah," terang Imam Nawawi.
Selengkapnya baca di sini.