Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku optimistis produksi padi akan meningkat di tahun ini. Dia mendasarkan pada laporan Badan Pusat Statistik yang memprediksi bakal ada kenaikan jumlah produksi Gabah Kering Giling (GKG).
" Produksi padi tahun 2015 diperkirakan sebanyak 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014," ujar Andi Amran melalui keterangan tertulis seperti diterima Dream.co.id, Kamis, 2 Juli 2015.
Andi mengatakan, produksi tahun lalu hanya mencapai 70,85 juta ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 0,43 juta ton atau sekitar 0,61 persen ketimbang tahun 2013.
Kenaikan produksi padi tahun ini diprediksi terjadi di Pulau Jawa dengan jumlah sebanyak 1,83 juta ton sementara di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton. Kenaikan produksi ini disebabkan kenaikan luas lahan panen seluas 0,51 juta hektar, setara 3,71 persen dan kenaikan produktivitas sebesar 1,45 kuintal/hektar atau sekitar 2,82 persen.
Menurut Andi, kenaikan produksi juga terjadi pada komoditas jagung. Untuk tahun ini, produksi jagung diprediksi sebesar 20,67 juta ton pipilan kering, naik sebanyak 1,66 juta ton atau sekitar 8,72 persen dibandungkan tahun 2014.
Sementara untuk produksi jagung di tahun 2014 mencapai 19,01 juta ton pipilan kering. Jumlah ini mengalami kenaikan 0,50 juta ton atau sekitar 2,68 persen dibandingkan tahun 2013.
Selain itu, komoditas kedelai tahun 2015 juga mengalami kenaikan produksi. Tahun ini diperkirakan produksi kedelai mencapai 998,87 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 43,87 ribu ton atau 4,59 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara produksi kedelai tahun 2014 sebanyak 955 ton. Jumlah ini meningkat sebanyak 175,01 ribu ton atau sekitar 22,44 persen dibandingkan tahun 2013.
Penyebab kenaikan dua komoditas ini diklaim karena ada perluasan lahan panen untuk jagung seluas 160,48 ribu hektar atau sekitar 4,18 persen dan kenaikan produktivitas sebesar 2,16 kuintal/hektar atau 4,36 persen. Sedangkan untuk kedelai, terdapat perluasan lahan panen seluas 24,67 ribu hektar atau sekitar 4,01 persen dan peningkatan produktivitas sebesar 0,09 kuintal/hektar, sekitar 0,58 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya