Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Kantor Pusat OJK
Dream - Melambatnya perekonomian nasional sebagai imbas kondisi global yang melemah ditanggapi serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak ingin Indonesia terpuruk dalam kondisi tersebut, OJK mengeluarkan 35 paket penyelamat sekaligus.
Paket kebijakan tersebut diharapkan menciptakan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ke-35 paket yang dirilis ini terdiri dari 12 kebijakan sektor perbankan, 15 kebijakan di pasar modal, empat kebijakan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), dan 4 kebijakan bidang edukasi dan pelrindungan konsumen.
" Beberapa kebijakan ini bersifat temporer selama dua tahun dengan melihat perkembangan kondisi perekonomian mendatang," ujar OJK dalam keterangan tertulisnya seperti dkutip Dream, Senin, 27 Juli 2015.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, berharap industri keuangan bisa menjadi lokomotif penarik gerbing perekonomian nasional agar berjalan lebih cepat dan stabil guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
OJK yakin kebijakan ini mampu menjaga pertumbuhan kredit perbankan, pasar modal, dan IKNB untuk mendorong ekonomi tumbuh sesuai target.
Di sektor perbankan, OJK diantaranya membuat kebijakan penurunan bobot risiko KPR Rumah Sehat Sejahtera (RSS) dalam rangka program pemerintah yang ditetapkan sebesar 20 persen tanpa mempertimbangan nilai Loan to Value (LTV).
Selain itu, OJK juga menurunkan bobot risiko Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin Jamkrida dapat dikenakan bobot risiko sebesar 50 persen.
Di sektor pasar modal, OJK akan mengembangkan obligasi daerah dalam rangka mendukung program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur. Selain itu, OJK akan mendorong pengembangan UKM untuk go public dan menyediakan papan khusus untuk UKM,
Untuk bisnis IKNB, OJK berjanji akan mengembangkan asuransi pertanian, serta pembentukan rating agency untuk UMKM.
Untuk mengetahui 35 strategi penyelamatan Indonesia dari perlambatan ekonomi yang dikeluarkan OJK, klik disini
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
