Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks ISSI Dan JII Menguat Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Senin 18 September 2017.
Dream – Mengawali pekan ketiga bulan ini, indeks syariah bersinar. Dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama menguat berkat aksi beli pemodal di menit-menit akhir perdagangan.
Penguatan indeks saham awal pekan ini memicu spekulasi berakhirnya sinyal pelemahan bursa saham Indonesia.
Dikutip dari data Kiwoom, Senin, 18 September 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,182 poin (0,10%) ke level 185,116. Indeks ISSI diselamatkan aksi beli investor di menit-menit akhir perdagangan meski sempat menguat di level 185,025 ketika perdagangan baru dimulai.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mengalami hal serupa. Indeks ini menguat 0,803 (0,11%) ke level 742,640.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi perdagangan 43,91 juta lembar saham syariah dengan nilai Rp3,34 triliun. Dibandingkan akhir pekan lalu, transaksi saham syariah ini sedikit berkurang.
Laju perdagangan saham syariah di kalangan pemodal asing sedikit mengalami tekanan. Nett sell asing kali ini mengalami sedikit kontraksi usai naik menjadi Rp151 miliar.
Investor kembali mengoleksi saham-saham di sektor pertambangan dan properti yang naik tinggi masing-masing 1,34 persen dan 1,25 persen.
Sebaliknya, tiga indeks sektoral bergerak melemah cukup dalam diantaranya industri dasar 0,67 persen, perdagangan 0,40 persen, dan infrastruktur 0,01 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp750, PTPP Rp130, WSKT Rp90, ICBP Rp75, dan UNVR 75.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TPIA yang harga sahamnya turun Rp725, SMGR Rp375, UNTR Rp350, LPPF Rp275, dan PGAS Rp95.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 21 poin (0,16%) ke level Rp13.219 per dolar AS. Kurs ini menguat di level Rp13.232 per dolar AS ketika perdagangan dimulai dan sempat melemah di level Rp13.260 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya