Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah akhirnya tak kuasa menahan gelombang sentimen negatif bursa regional. Meski dibuka menguat, dua indeks syariah harus menyambut libur akhir pekan di zona merah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 1,805 poin (1,16%) ke level 154,326.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 8,839 poin (1,36%) ke level 640,131.
Dengan transaksi jual beli yang meningkat menjadi 4,12 triliun, papan perdagangan ISSI didominasi koreksi harga saham. Sebanyak 98 emiten syariah ditutup melemah namun 78 lainnya masih bisa bergerak menguat.
Laju indeks syariah memang sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan. Dibuka menguat, ISSI bahkan menyentuh level tertinggi di 156,278.
Namun aksi jual mendorong ISSI masuk zona merah dan menyentuh level terendah di 153,743.
Papan perdagangan indeks bluechips syariah juga dipenuhi koreksi harga saham. Sebanyak 16 emiten ditutup melemah dan sisanya, 14 emiten, berhasil masuk zona hijau.
Seluruh indeks sektoral dilanda aksi jual hebat dengan koreksi dalam kembali dialami emiten sektor industri. Tercatat indeks sektor industri dasar terjun bebas 3,95 persen, begitu pula industri aneka turun 2,63 persen.
Koreksi dalam juga dialam ini indeks sektor pertanian yang turun 1,99 persen.
Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni emiten SILO yang nai Rp 300, UNVR Rp 100, MIKA Rp 80, INDF Rp 75, dan ITMG Rp 75 per saham.
Sementara saham keping biru yang menghuni top losser adalah INTP yang turun Rp 1.025, AALI Rp 825, UNTR Rp 700, SMGR Rp 350, dan AKRA Rp 250 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya