Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar modal syariah Indonesia dibuka melemah terseret sentimen pelemahan bursa regional. Munculnya aksi beli perlahan-lahan mengungkit indeks acuan saham syariah ke zona hijau.
Investor asing yang kemarin melakukan aksi beli kini sedikit demi sedikit melepas portofolionya. Nett sel asing pun tercetak tipis Rp 13,63 miliar.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 3 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,227 poin ke level 158,610.
Munculnya aksi beli investor berhasil mengangkat ISSI ke zona positif. Hingga 31 menit waktu perdagangan, ISSI tercatat telah menguat 0,442 poin (0,28%) ke level 159,276.
Berbaliknya ISSI tersebut didorong naiknya harga saham dari 67 emiten syariah. Namun laju tersebut sedikit tertahan koreksi harga saham dari 51 emiten ISSI dan 50 lainnya yang bertahan stagnan.
Transaksi jelang libur akhir pekan ini relatif sepi karena hanya mampu mencetak nilai Rp 438,44 miliar. Sebanyak 4,74 miliar saham syariah telah menjadi objek transaksi investor.
Pembukaan di zona negatif juga dialami indeks saham bluechips syariah. Terkoreksi 1,361 poin, Jakarta Islamic Index (JII) memulai sesi perdagangan dari level 661,054.
Perburuan investor pada saham-saham terkait Lebaran berhasil mengembalikan JII ke zona positif. JII pun menguat 2,476 poin (0,37%) ke level 664,891 hingga 30 menit waktu perdagangan.
Sebaliknya, indeks acuan bursa saham Indonesia justru masih berkutat di dua zona. Melemah 4,504 poin (0,09%), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dbuka di level 4.940,277.
Kendati naik tipis, laju IHSG di sesi pembukaan masih mengalami tekanan dan melemah 1,836 poin (0,04%) ke level 4.942,945.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan 8,81 miliar saham dengan nilai Rp 725,06 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia justru masih berada dalam tekanan. Indeks Hang Seng dan Nikkei pagi ini sudah terkoreksi 0,56 persen dan 0,41 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya