Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Melemah, Aksi Beli Dorong Indeks Syariah ke Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 3 Juli 2015 09:47
Dibuka Melemah, Aksi Beli Dorong Indeks Syariah ke Zona Hijau
Munculnya aksi beli berhasil mengangkat indeks saham syariah ke zona hijau

Dream - Pasar modal syariah Indonesia dibuka melemah terseret sentimen pelemahan bursa regional. Munculnya aksi beli perlahan-lahan mengungkit indeks acuan saham syariah ke zona hijau.

Investor asing yang kemarin melakukan aksi beli kini sedikit demi sedikit melepas portofolionya. Nett sel asing pun tercetak tipis Rp 13,63 miliar.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 3 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,227 poin ke level 158,610.

Munculnya aksi beli investor berhasil mengangkat ISSI ke zona positif. Hingga 31 menit waktu perdagangan, ISSI tercatat telah menguat 0,442 poin (0,28%) ke level 159,276.

Berbaliknya ISSI tersebut didorong naiknya harga saham dari 67 emiten syariah. Namun laju tersebut sedikit tertahan koreksi harga saham dari 51 emiten ISSI dan 50 lainnya yang bertahan stagnan.

Transaksi jelang libur akhir pekan ini relatif sepi karena hanya mampu mencetak nilai Rp 438,44 miliar. Sebanyak 4,74 miliar saham syariah telah menjadi objek transaksi investor.

Pembukaan di zona negatif juga dialami indeks saham bluechips syariah. Terkoreksi 1,361 poin, Jakarta Islamic Index (JII) memulai sesi perdagangan dari level 661,054.

Perburuan investor pada saham-saham terkait Lebaran berhasil mengembalikan JII ke zona positif. JII pun menguat 2,476 poin (0,37%) ke level 664,891 hingga 30 menit waktu perdagangan.

Sebaliknya, indeks acuan bursa saham Indonesia justru masih berkutat di dua zona. Melemah 4,504 poin (0,09%), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dbuka di level 4.940,277.

Kendati naik tipis, laju IHSG di sesi pembukaan masih mengalami tekanan dan melemah 1,836 poin (0,04%) ke level 4.942,945.

Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan 8,81 miliar saham dengan nilai Rp 725,06 miliar.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia justru masih berada dalam tekanan. Indeks Hang Seng dan Nikkei pagi ini sudah terkoreksi 0,56 persen dan 0,41 persen.

Beri Komentar