Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks ISSI Dan JII Menghijau Ketika Perdagangan Ditutup Pada Rabu 23 Agustus 2017.
Dream - Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, 7 day repo rate, menjadi kabar baik bagi pelaku pasar. Sentimen tersebut memicu aksi beli pelaku pasar yang berimbas pada menggeliatnya laju indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dua indeks acuan saham syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kompak menutup perdagangan harian BEI, Rabu, 23 Agustus 2017, di zona positif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 0,712 poin (0,38%) ke level 187,346. Meski menguat signifikan jelang penutupan perdagangan, ISSI sempat terpeleset dan menyentuh level terbawah 186,598.
Penutupan positif juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 3,498 poin (0,47%) ke level 755,483. Indeks JII sempat melemah dan menyentuh level terendah di 750,701.
Transaksi perdagangan saham syariah terlihat lebih aktif dengan 64,81 juta saham yang beralih tangan. Namun nilai transaksi mengalami penurunan menjadi Rp 4,15 triliun.
Kabar baik juga berhembus dari aliran dana pemodal asing. Setelah kemarin mulai melantai, nilai beli bersih investor asing kali ini bertambah menjadi Rp 184 miliar.
Investor memanfaatkan sentimen penurunan suku bunga acuan ini dengan berburu saham di sektor pertambangan dan konsumsi yang meroket 1,91 persen dan 1,90 persen.
Sayangnya, tiga indeks sektoral mengalami pelemahan yaitu pertanian 0,09 persen, industri dasar 0,50 persen, dan properto 0,06 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp650, LPPF Rp225, EXCL Rp170, ADRO Rp95, dan ASII Rp50.
Sebaliknya, emiten-emiten JII top loser adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp150, TPIA Rp150, AALI Rp75, AKRA Rp50, dan UNTR Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 19 poin (0,14%) ke level Rp13.359 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya