Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks ISSI Dan JII Melemah Ketika Perdagangan Berakhir.
Dream - Kenaikan indeks saham syariah akibat sentimen penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ternyata tak mampu bertahan lama. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali terperosok ke zona negatif.
Berkurangnya aksi beli investor lokal dan asing pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 24 Agustus 2017, mendorong kedua indeks saham syariah itu bergerak loyo.
Indeks ISSI menutup perdagangan dengan melemah 0,284 poin (0,15%) ke level 187,062. Tanda-tanda pelemahan dimulai saat sesi pembukaan kala ISSI melemah di level 187,290. Meski melemah, ISSI sempat menyempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi di 187,527.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terkoreksi 1,750 poin (0,23%) ke level 753,733. Separuh penghuni indeks bluechips syariah mengalami koreksi harga.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif berkurang. Dengan frekuensi perdagangan sebanyak 194.449 kali, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,56 triliun.
Investor asing memang masih melakukan aksi beli saham syariah. Namun nilai nett buy asing turun tajam menjadi Rp 82 juta saja.
Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Investor memilih melepas saham di sektor barang konsumsi dan keuangan yang turun 0,79 persen dan keuangan 0,53 persen.
Hanya ada dua indeks sektoral yang menguat, yaitu industri dasar yang naik 0,21 persen dan perdagangan 0,54 persen.
Emiten-emiten JII yang top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp975, LPPF Rp125, INDF Rp50, PTBA Rp50, dan SMGR Rp50.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser adalah UNVR yang harga sahamnya turun Rp425, AALI Rp150, ICBP Rp125, EXCL Rp80, INCO Rp60.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 19 poin (0,14%) ke level Rp13.340 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya