Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Apa Dengan "Trumpchi"? (Foto: CNN Money)
Dream – Berhati-hatilah memilih nama, terlebih ketika memilih nama untuk produk bisnis. Jika salah memilih, kemungkinan ada pihak yang kurang berkenan atau bisnisnya justru seret sehingga nama produk harus diubah.
Kejadian ini dialami oleh produsen mobil asal Tiongkok dan India.
Dilansir dari Mynewshub, Sabtu 20 Januari 2018, produsen mobil asal Tiongkok, Guangzhou Automobile Group (GAC) akan mengganti nama produk mobilnya, Trumpchi, karena berkaitan dengan nama Presiden Donald Trump. Perubahan nama itu harus dilakukan karena mereka ingin masuk pasar Amerika Serikat tahun depan.
Juru bicara GAC mengatakan nama model ini akan ditukar tapi khusus untuk pasar Negeri Paman Sam. Tujuannya untuk menghindari salah paham pengguna dan sebutan konotasi yang salah.
GAC masih mencari nama yang pas untuk mengganti kata “ Trumpchi”.
Padahal, kalau ditilik, nama “ Trumpchi” tidak ada kaitannya dengan Trump. Arti nama mobil yang sudah meluncur di pasar Tiongkok pada 2010 sebetulnya adalah Legenda.
Sekadar infomasi, GAC telah menjual lebih dari 500 ribu unit mobil Trumpchi di Tiongkok dan 13 negara lain di Asia.
Selain GAC, ada juga produsen mobil asal India, Tata Motors, yang mengganti nama untuk produk sedan hatchback. Pada 2016, Tata mengeluarkan sedan hatchback, Zica—singkatan dari zippy car.

Malangnya, pengeluaran produk Zica ini bersanaa dengan virus Zika. Kala itu, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa virus Zika (virus bawaan dari nyamuk Aedes) di Brazil menjadi keadaan darurat setelah mewabah di seluruh dunia. Akhirnya, Tata mengganti nama model Zica dengan Tiago demi menghindari isu yang sedang sensitif saat itu.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya