Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Tolok Ukur Bisnis Bank Ke Depannya?
Dream – Kesadaran untuk menjaga lingkungan dari emisi gas rumah kaca kian gencar digemakan. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang sepakat akan menurunkan emisi gas rumah kaca pada 2020.
Melihat fenomena tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat peraturan untuk semua lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik dengan menerapkan sistem sustainable finance atau yang biasa disebut keuangan berkelanjutan.
" Keuangan berkelanjutan adalah dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk mencipatakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup," kata Komisaris Utama PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Mulya E. Siregar, di Garut, Jawa Barat, belum lama ini.
Mulya mengatakan sudah tidak masanya perbankan, sebagai salah satu pemain besar dalam perekonomian Indonesia, membuat produk yang hanya bertujuan untuk mendapatkan untung.
" Sustainable finance itu menjadikan jasa keuangan seperti perbankan, harus memikirkan konsep 3P dalam membuat sebuah produk. Ada 3P itu adalah Profit, People, dan Planet. Ketiganya harus diselaraskan," kata dia.
Jika masyarakat sadar akan pentingnya sustainable finance terhadap kehidupan, kedepannya bukanlah hal mustahil bagi masyarakat untuk lebih selektif memilih bank.
" Kalau sekarang kan bank bisa milih-milih customer, nah di masa depan justru masyarakat yang pilih-pilih bank. Pasti bakal ditanya, 'Terapin sustainable finance tidak?' Kalau tidak pasti akan ditinggal,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya