Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Konflik Gaza, Palestina
Dream - Aksi serangan militer Israel ke wilayah Palestina mulai banyak menuai protes keras di sejumlah negara. Pemerintah Inggris yang selama ini mengekspor senjata bahkan mengancam akan mengkaji ulang kebijakannya tersebut.
Pemerintah Inggris berjanji akan meninjau setiap perjanjian senjata dan perlengkapan militer yang totalnya mencapai US$ 8 miliar. Inggris ingin memastikan senjatanya tak digunakan untuk operasi militer atau memprovokasi konflik di wilayah Gaza.
Tindakan ini ditempuh pemerintah Inggris setelah Perdana Menteri David Cameron mengeluarkan penyataan cukup keras terhadap konfik berdarah Paletina. Cameron menilai PBB berhak mengutuk aksi serangan ke sekolah-sekolah yang diangggapnya sebagai tindakan tak memiliki hati nurani.
" Kami saat ini tengah meninjau seluruh izin ekspor ke Israel untuk memastikan bahwa mereka menggunakan senjata ini sesuai tujuannya," ujar Juru Bicara Perdana Menteri seperti dikutip Dream dari laman theguardian, Selasa, 5 Agustus 2014.
Sejumlah penggiat kemanusian patut khawatir dengan izin ekspor senjata Inggris senilai US$ 42 juta yang dikantongi 130 perusahaan swasta. Dua jenis ekspor yang paling dikhawatirkan adalah pasokan komponen untuk pesawat tanpa awak (drone) Hermes dan tank.
Sayangnya tindakan keras ini seolah dilakukan setengah hati. Cameron menyalahkan tindakan Hamas yang dianggap memprovokasi terjadinya konflik.
Sementara itu, politisi dari kubu Liberal Demokrat, Andrew George mendesak pemerintah untuk mengirim kapal terapung Royal Navy yang saat ini berlabuh di Falmouth untuk berlayar ke wilayah Gaza. Upaya ini diharapkan bisa mengurangi tekanan kurangnya fasilitas kesehatan.
" Israel terus membombardir Gaza dan melarang masuknya pasokan medis penting dan bantuan kemanusiaan," katanya. " Krisis kemanusian di Gaza tak bisa lagi ditoleransi karena penduduk tak bisa keluar dan upaya pengungsian sulit masuk."
Dengan nada keras, George menegaskan Inggris tak bisa hanya duduk dan tak melakukan apapun. " Inggris sudah seharusnya berada di garis terdepan dalam upaya kemanusiaan menghadapi tragedi di Gaza," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya