Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wasekjen Masyarakat Ekonomi Syariah, Agustianto Mingka, Meminta Pemerintah Untuk Berbuat Sesuatu Agar Bank Syariah Bisa Tumbuh Cepat. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – Pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia memang belum begitu terasa bagi perekonomian. Saat ini, pertumbuhannya masih berada di angka 5-6 persen.
Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan pada 2019 mendatang, bank syariah harus mampu tumbuh sebesar 10 persen.
Wakil Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Agustianto Mingka, mengatakan, perbankan syariah memerlukan kebijakan pemerintah agar pertumbuhannya bisa cepat. Salah satunya, pemerintah menempatkan dana-dananya di bank syariah.
" Misalnya penempatan dana-dana pemerintah di bank syariah," ujar Agus di kantor pusat BNI Syariah, Gedung Tempo Pavilion 2, Jakarta, Senin 16 April 2018.
Dia berkata kebijakan lain yang diperlukan adalah memberikan proyek-proyek yang ada di pemerintahan dan corporate kepada bank syariah. " Kalau pemerintah yang punya dana tidak seperti itu, bank syariah, ya, biasa saja," ucap dia.
Tak hanya dari pemerintah, Agustianto juga mendesak para pelaku perbankan syariah untuk memperkaya produk-produk yang lebih inovatif dan menambah layanan sebanyak-banyaknya.
Edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat terkait keunggulan menggunakan layanan berbasis syariah diperlukan karena masyarakat belum sepenuhnya paham akan bank syariah.
" Edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan secara masif," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya