JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Warga Cluster Madrid Memblokir Lokasi Proyek Tol Cimanggis-Cibitung. (Foto: Istimewa)
Dream – Akhir pekan kemarin, warga Kota Wisata Cibubur memblokir proyek pembangunan tol Cibitung-Cimanggis di Cluster Madrid Kota Wisata Cibubur, sejak Sabtu 16 Desember 2017. Alasannya, proyek tersebut mengganggu ketentraman warga.
PT Waskita Toll Road pun angkat bicara tentang pemblokiran proyek tol Cibitung-Cimanggis.
Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road, Eka Syarif, mengatakan pemblokiran proyek jalan tol itu masih berlangsung. Warga menutup lokasi proyek dengan memarkir kendaraan pribadi.
“ Kami masih terus akan melakukan negosiasi sepanjang memang benar ada kerusakan yang disebabkan oleh konstruksi jalan tol kami,” kata Eka kepada Dream, Senin 18 Desember 2017.

Dia berkata negosiasinya akan dilakukan oleh tiga pihak, yaitu Waskita Toll Road, PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan perwakilan warga Cluster Madrid.
“ Kami pasti berbasis niat baik. Namun, pastinya harus ada alasan yang jelas,” kata Eka.
Sekadar informasi, Cimanggis Cibitung Tollways telah menyanggupi 9 dari 11 tuntutan yang dilayangkan oleh warga. Sebut saja penempatan flagman, pengamanan penggunaan kendaraan berat, dan ketersediaan drainase. Namun, ada dua tuntutan yang tidak bisa dipenuhi.
Kedua tuntutan tersebut adalah menyelesaikan proyek jalan tol Cimanggis – Cibitung pada bulan Desember 2017, melakukan penebalan aspal jalan di dalam komplek cluster Madrid sepanjang 3km serta membangun ruang sekretariat warga RW 014 cluster Madrid. " (Itu) tidak dapat dipenuhi oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways,” kata dia.
Eka mengatakan mereka tak bisa memenuhi tuntutan itu karena tuntutan warga tidak tepat. Untuk penebalan aspal jalan di dalam kompleks Cluster Madrid dan pembangunan sekretariat warga tak bisa dilakukan karena jalan di dalam cluster itu tidak terdampak pengerjaan proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung.

Sedangkan terkait dengan penyelesaian proyek yang dituntut untuk selesai pada bulan Desember 2017 tidak dapat terpenuhi diakibatkan pembebasan lahan yang masih belum selesai yang mana pembebasan lahan tersebut dilakukan oleh lembaga negara sehingga hal tersebut berada di luar kuasa PT Cimanggis Cibitung Tollway.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
