Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Tekanan jual pelaku pasar akhirnya menumbangkan indeks saham syariah. Koreksi terjadi justru di saat bursa saham regional berbalik menguat.
Investor asing yang mengawali perdagangan perdana usai libur Lebaran juga kembali melepas portofolionya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,254 poin (0,16%) ke level 157,226.
Sepanjang perdagangan ISSI mendekam di zona merah. ISSI hanya mampu mengukir level tertinggi di 157,422 dan sempat tersungkur ke posisi 156,867.
Meski mendominasi, penguatan harga saham dari 82 emiten syariah tak sangggup mengangkat ISSI ke zona hijau. ISSI justru terseret arus pelemahan dari 75 emiten.
Hasil yang sama diperoleh indeks saham bluechips syariah. Terpangkas 2,054 poin (0,31%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah di level 656,337.
Turunnya harga saham dari emiten yang kemarin diterpa sentimen ramadan membuat JII tak bisa berkutik. Tercatat 13 emiten syariah ditutup melemah dan 2 lainnya bertahan stagnan.
Penghuni JII sebetulnya lebih banyak dihuni deretan emiten-emiten yang bergerak naik. Separuh emiten JII sore ini ditutup menguat.
Bluechips syariah yang menyeret JII ke zona merah adalah ICBP yang melemah Rp 575. Diikuti LPPF yang turun Rp 475, AALI Rp 450, SCMA Rp 130, dan SMGR Rp 100 per saham.
Deretan top gainer JII kali ini dihuni SILO yang naik Rp 750, INTP Rp 650, UNTR Rp 275, ITMG Rp 225, dan PTPP Rp 135 per saham.
Penutupan di zona negatif juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal di tanah air ini turun tipis 3,844 poin (0,08%) ke level 4.902,845.
IHSG sebetulnya sempat menguat dan menyentuh level tertinggi 4.913,042. Namun aksi jual investor pada saham di sektor industri aneka, infrastruktur, dan keuangan menyeret IHSG kembali ke zona merah.
Transaksi perdagangan saham relatif sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 3,89 triliun dari 40,39 miliar saham yang berpindahtangan.
Perdagangan kali ini pun ditandai aksi jual pemodal asing dengan nett sell Rp 137,9 miliar.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan. Rupiah yang melemah sepanjang hari ini ditutup turun 75 poin (0,75%) menjadi 13.445 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya